Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Modifikasi Motor CB Gaya Klasik Sentuhan Nusantara

Administrator • Selasa, 8 November 2022 | 01:14 WIB
ADA MOTIF BATIK HINGGA WAYANG: Pengunjung mengamati motor CB klasik yang telah dimodifikasi, dalam kontes modifikasi motor di salah satu kampus swasta di Surabaya Timur. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
ADA MOTIF BATIK HINGGA WAYANG: Pengunjung mengamati motor CB klasik yang telah dimodifikasi, dalam kontes modifikasi motor di salah satu kampus swasta di Surabaya Timur. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Meski harus vakum unjuk gigi karena pandemi, saat ini pehobi modifikasi motor masih bergairah. Berbagai style motor mejeng dalam pameran. Salah satunya gaya klasik dengan sentuhan khas Nusantara.

Pegiat Pameran Modifikasi Motor Rizki Mohammad mengatakan, gaya modifikasi ini masih harum. Namun, selama perjalan tren ini sejak 2015 lalu, pernah mengalami pasang surut. Kendati, peminatnya bermunculan. "Cukup ramai yang suka style ini," katanya dalam kontes modifikasi motor di salah satu kampus swasta di Surabaya Timur, Minggu (6/11).

Menurutnya, mulai 2017 lalu tren ini selalu memiliki tempat di hati modifikator. Karena, saat itu aliran ini masuk ke dalam kategori penilaian. Sehingga model klasik khas Nusantara semakin berkembang. "Awal muncul masih belum banyak tau seperti sekarang," ujarnya.

Dia mengatakan, keunikan aliran ini yaitu nuansa Nusantara yang kental. Pada beberapa titik terdapat ukiran pola batik. Selain itu, gambar-gambar tokoh nasional atau wayang pada tangki bahan bakarnya. "Karena hanya space ini yang cukup untuk memunculkan gambar-gambar tertentu. Pakai air brush itu," ucapnya.

Selain itu, pemilihan warnanya pun tidak sembarangan. Merah dan emas mendominasi motor Honda CB itu. Katanya, untuk sektor berbahan logam, modifikator memanfaatkan teknik grafir untuk membuat pola batik. "Seperti bagian batok mesin, suspensi depan, hingga pelat nomor," sebutnya.

Modifikator aliran ini datang dari berbagai kota, paling jauh dari Samarinda. Selain itu, sebutnya, dari Yogyakarta, Banyuwangi, dan Jember juga ada. "Diam-diam dari Surabaya itu yang paling banyak," tuturnya.

Rizky sapaannya, menuntut modifikator untuk tidak menampilkan aliran japstyle (Japan Style, Red). Karena menurutnya, aliran klasik khas Nusantara itu memiliki eksistensi yang kuat. "Jangan kalah dengan Thailand. Mereka juga punya style Thai Looks dan mulai ada beberapa yang demen aliran ini. Kita juga punya," imbuhnya. (hil/nur) Editor : Administrator
#Gaya Klasik #Sentuhan Nusantara #Modifikasi Motor CB