RADAR SURABAYA - Industri kreatif, khususnya fashion lokal Indonesia terus menunjukkan geliat positif dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tantangan ekonomi global, sektor ini tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif nasional.
Dengan dukungan pemerintah, tren digitalisasi, dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk lokal dan berkelanjutan, industri fashion Tanah Air diproyeksikan akan tumbuh lebih besar di tahun 2025.
Bahkan, perputaran uang industri fashion lokal sepanjang 2024 cukup fantastis, potensi pertumbuhannya di tahun mendatang juga diperkirakan lebih baik.
Menurut Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Reni Yanita mengatakan, tren keberlanjutan menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing pelaku IKM fashion. “Salah satunya didorong oleh pesatnya pengaruh media social,” ujarnya.
Perputaran Uang Industri Fashion Lokal Sepanjang 2024
Menurut Kementerian Perindustrian, nilai pasar industri fashion lokal Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari Rp 125 triliun atau sekitar USD 7,72 miliar.
Sektor ini mencakup apparel, aksesoris, dan alas kaki, yang menjadi tulang punggung industri kreatif nasional.
Terdapat 962 ribu unit usaha fashion lokal yang aktif, menyerap lebih dari 1,6 juta tenaga kerja, dan mengalami kenaikan 12% dibanding tahun sebelumnya.
Pertumbuhan konsumsi pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya naik 7,02% secara tahunan, tertinggi sejak 2010.
Peran e-commerce sangat signifikan, mendorong penjualan produk fashion lokal melalui platform seperti Shopee, Tokopedia, dan Etsy.
Potensi Pertumbuhan Industri Fashion Lokal di 2025
Kemenperin memproyeksikan pertumbuhan rata-rata industri fashion lokal sebesar 4,26% per tahun hingga 2029, dengan nilai pasar diperkirakan mencapai Rp 156,47 triliun pada 2025.
Laporan BINUS Creativepreneurship menyebutkan bahwa industri fashion lokal tumbuh 12% per tahun, didorong oleh tren slow fashion dan produk berkelanjutan.
Digitalisasi mendorong peningkatan penjualan hingga 300% di e-commerce internasional sejak 2020.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, Siti Azizah menegaskan, dukungan pemerintah terhadap fashion lokal.
“Dukungan pemerintah melalui program seperti Indonesia Fashion Forward dan partisipasi di ajang internasional seperti Paris Fashion Week memperkuat daya saing merek lokal,” jelasnya.
Tren gaya hidup aktif dan meningkatnya preferensi konsumen Asia terhadap produk lokal juga menjadi pendorong utama pertumbuhan di 2025.
Industri fashion lokal Indonesia mencatat perputaran uang yang impresif sebesar Rp 125 triliun pada tahun 2024, menandakan kekuatan sektor ini dalam menopang ekonomi kreatif nasional.
Dengan proyeksi pertumbuhan yang stabil, dukungan pemerintah, tren digitalisasi, dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk lokal dan berkelanjutan, tahun 2025 diprediksi menjadi momentum emas bagi industri fashion Indonesia untuk tumbuh lebih besar dan bersaing di pasar global. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari