Mengapa Banyak Kampung Bernama Tambak, Rawa, Kedung, Balong di Surabaya?

Dimas Mahendra • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 13:36 WIB

 

Tambak di kawasan Osowilangun Surabaya yang berubah jadi permukiman. (IST)

 Tambak di kawasan Osowilangun Surabaya yang berubah jadi permukiman. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Coba perhatikan nama-nama wilayah di Kota Surabaya. Ada Tambaksari, Tambak Wedi, Tambak Osowilangun, Tambak Sarioso, Tambakrejo. Ada pula nama kawasan dengan kata kedung, seperti Kedung Cowek, Kedung Baruk, dan Kedungdoro.

Nama-nama tersebut bukan sekadar penanda lokasi. Di baliknya tersimpan jejak kondisi geografis Surabaya pada masa lampau yang jauh berbeda dengan wajah kota saat ini.

Baca Juga: JNE Wujudkan Mimpi 1.200 Karyawan untuk menunaikan Ibadah Umrah

Pemerhati Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan mengatakan, Surabaya pada masa lalu merupakan waterfront land atau wilayah yang sangat dekat dengan perairan. Posisi Surabaya sebagai kota pesisir membuat berbagai kawasan di dalamnya dikelilingi unsur air. Mulai tambak, rawa, kedung, balong hingga sungai.

“Pada dasarnya Surabaya merupakan kawasan perairan. Secara geografis Surabaya adalah wilayah pesisir yang letaknya tak jauh dari lautan. Dikelilingi perairan alami berupa tambak, kedung, rawa, balong (waduk alami) hingga sungai,” kata Nur.

Menurut dia, gambaran tersebut dapat ditelusuri melalui peta-peta Surabaya yang terbit pada masa kolonial. Pada abad ke-17 hingga ke-19, keberadaan rawa, tambak dan aliran sungai masih menjadi bagian penting dari lanskap Surabaya.

Nur menjelaskan, kondisi alam tersebut kemudian ikut memengaruhi cara masyarakat memberi nama suatu kampung. Nama kawasan pada masa itu tidak selalu dibuat secara administratif seperti sekarang, melainkan kerap merujuk pada sesuatu yang terlihat atau menjadi ciri khas lingkungan.

Baca Juga: SMAN 2 Mataram dan SMAN 1 Wonoayu Kampiun Final Regional AXIS Nation Cup 2026 East Java Balinusra

“Bahkan, penamaan kampung di Surabaya zaman lampau ditandai dari peristiwa alam, seperti menyematkan nama tambak, kedung, rawa atau kali di depan nama sebuah kampung karena memang menyesuaikan keadaan alam saat itu,” ujarnya.

Jejak tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang. Salah satunya kawasan Tambak Wedi di Kecamatan Kenjeran. Kawasan tersebut dahulu merupakan pesisir yang mudah digenangi air laut. Kata wedi sendiri dalam bahasa Jawa berarti pasir. Ini berkaitan dengan karakter kawasan pesisir tersebut. (dim) 

Editor : Lambertus Hurek
kampung tambak rawa kampung Surabaya tambak kedung