Djarot Soebijantoro Mantan Jibakutei Bentuk Pasukan Berani Mati Jelang  Pertempuran Surabaya 1945

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:35 WIB
R. Djarot Soebijantoro, saat memimpin pasukan berani yang dinamakan Batalyon Djarot pada 9 Desember 1945.
R. Djarot Soebijantoro, saat memimpin pasukan berani yang dinamakan Batalyon Djarot pada 9 Desember 1945.

 

RADAR SURABAYA - Seusai Proklamasi Kemerdekaan, Kota Surabaya membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) di bawah pimpinan Soengkono untuk menjaga keamanan wilayah. Namun, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tak hanya dilakukan oleh BKR.

R. Djarot Soebijantoro, seorang veteran pasukan Jibakutei atau pasukan berani mati di masa pendudukan Jepang, turut membentuk barisan penggempur yang terdiri dari mantan Jibakutei, Heiho, dan pemuda Surabaya.

 Baca Juga: Mobil Patroli Polsek Tambaksari Surabaya Diduga Dibakar, Satu Orang Diamankan

Menurut pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan, barisan ini kemudian resmi menjadi Batalyon Djarot pada 9 Desember 1945, dinamai sesuai nama komandannya. Keberadaan pasukan ini menjadi salah satu kekuatan pertahanan yang tangguh saat Pertempuran Surabaya meletus.

“Pada 9 November 1945 pukul 14.00, Inggris mengultimatum Surabaya, sehingga TKR, termasuk Mayor Djarot, segera bersiap berperang pada pukul 17.00,” ungkap Nur. 

Mayor Djarot memimpin pasukannya memperkuat pertahanan di Surabaya dan juga terlibat dalam penyusunan strategi militer yang krusial. Ia dipercaya membawa dokumen rahasia berisi rencana penyusupan pasukan Republik di Surabaya dan kota-kota besar lainnya.

“Mayor Djarot membawa dokumen rahasia berisi rencana penyusupan pasukan Republik di Surabaya dan kota-kota besar lainnya,” terangnya. 

Bahkan hingga masa-masa akhir perjuangan fisik, peran Batalyon Djarot tetap berarti. Sebuah surat dari Menteri Departemen Luar Negeri Belanda, Maarseveen menunjukkan instruksi agar semua operasi militer dihentikan sebelum 3 Agustus 1949. Di masa itulah, keberadaan pasukan Republik harus diakui secara sah.

 Baca Juga: Jadwal Liga Inggris 2026/2027 Pekan Pertama: Arsenal vs Coventry, Liverpool Hadapi Newcastle

“Mayor Djarot membawa 65 pasukan untuk memastikan keberadaan pasukannya diakui secara sah saat gencatan senjata di Surabaya,” jelasnya. 

Menurut Nur perjuangan Batalyon Djarot menjadi bukti nyata kegigihan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan, bermula dari pasukan berani mati hingga diakui sebagai kekuatan resmi Republik. (rmt) 

Editor : Lambertus Hurek
batalyon djarot djarot Soebijantoro Pasukan Berani Mati Sungkono badan keamanan rakyat