RADAR SURABAYA – Daging bebek tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang dapat mendukung kesehatan tubuh. Sumber protein hewani ini mengandung protein, zat besi, zinc, selenium, serta sejumlah vitamin B yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem kekebalan.
Protein menjadi salah satu nutrisi utama dalam daging bebek. Asupan protein yang cukup diperlukan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan serta membentuk berbagai komponen sistem imun, termasuk antibodi yang membantu tubuh merespons infeksi.
Daging bebek juga mengandung zinc dan selenium. Kedua mineral tersebut memiliki peran dalam mendukung fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Zinc terlibat dalam perkembangan dan aktivitas sel imun, sementara selenium berperan dalam sistem pertahanan antioksidan tubuh.
Selain berkaitan dengan imunitas, kandungan zat besi dalam daging bebek diperlukan untuk pembentukan hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Kecukupan zat besi turut mendukung metabolisme dan fungsi tubuh secara optimal.
Sementara itu, sejumlah vitamin B dalam daging bebek berperan dalam metabolisme energi dan fungsi sistem saraf. Nutrisi tersebut membantu tubuh mengolah zat gizi dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Meski menawarkan berbagai nutrisi, konsumsi daging bebek tetap perlu memperhatikan porsi dan cara pengolahannya. Kandungan lemak dapat meningkat apabila daging dikonsumsi bersama kulit atau diolah menggunakan banyak minyak.
Metode memasak seperti merebus, memanggang, atau mengukus dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan minyak tambahan. Kulit bebek juga dapat dibatasi, terutama bagi orang yang perlu mengontrol asupan lemak jenuh dan kalori.
Pada akhirnya, tidak ada satu jenis makanan yang secara tunggal dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara instan. Namun, daging bebek dapat menjadi salah satu sumber protein dan mikronutrien dalam pola makan bergizi seimbang untuk membantu menjaga fungsi normal sistem imun. (nor/fir)