Bioskop Kalisosok Dulu Pusat Hiburan Murah di Sekitar Penjara, Tetangga Bioskop Sampoerna yang Elite

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:56 WIB
Bioskop Kalisosok di dekat Penjara Kalisosok. Sekarang jadi gudang milik TNI Angkatan Darat. (IST)
Bioskop Kalisosok di dekat Penjara Kalisosok. Sekarang jadi gudang milik TNI Angkatan Darat. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Di dekat bekas Penjara Kalisosok, Surabaya Utara, masih berdiri sebuah gedung memanjang dengan cat yang mulai mengelupas dimakan usia. Di bagian depannya ada tulisan ‘Bioskop Kalisosok’. 

Kini gedung eks Bioskop Kalisosok itu tak lagi dipenuhi antrean penonton yang menunggu film diputar. Setelah tutup bersama puluhan bioskop lawas lainnya di Surabaya, bangunan Bioskop Kalisosok beralih fungsi menjadi gudang garnisun TNI Angkatan Darat.

Baca Juga: Diduga Alami Micro Sleep, Mobil Tabrak Pembatas dan Tercebur ke Selokan di Dharmahusada Indah Surabaya


Pemerhati Sejarah Kota Surabaya Yousri Raja Agam mengatakan,  Bioskop Kalisosok merupakan bagian dari sejarah perkembangan perfilman dan hiburan rakyat di Surabaya, terutama pada era 1960 hingga 1980-an. Bioskop Kalisosok mulai beroperasi pada awal 1970-an.

"Setelah tahun 1966, dunia perbioskopan di Surabaya berkembang sangat pesat. Banyak bioskop baru bermunculan, bahkan ada bangunan bekas gudang yang kemudian disulap menjadi bioskop. Bioskop Kalisosok menjadi salah satu contohnya," ujar Yousri.

Pada masa itu, Pemerintah Kota Surabaya membagi gedung bioskop ke dalam lima golongan, yakni AA, A, B, C, dan D. Pembagian tersebut didasarkan pada kualitas gedung, fasilitas, hingga segmen penontonnya.

Menurut Yousri, Bioskop Kalisosok masuk dalam kategori kelas C, atau bioskop yang melayani kalangan menengah ke bawah. Sementara kelas D menjadi kategori paling rendah.

"Menariknya, Bioskop Kalisosok bertetangga dengan Bioskop Sampoerna. Jaraknya tidak sampai 100 meter, tetapi kelas keduanya sangat berbeda. Sampoerna dikenal sebagai bioskop elite di Surabaya Utara, sedangkan Kalisosok berada di kelas C," jelasnya.

Baca Juga: Sepak Bola Inggris Uji Coba Aturan Baru, Kiper Tak Bisa Lagi Manfaatkan Cedera untuk Time-out Taktis

Perbedaan itu terlihat dari fasilitas, kenyamanan ruang pertunjukan, hingga film-film yang diputar. Meski demikian, Bioskop Kalisosok tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat sekitar karena menjadi pilihan hiburan yang lebih terjangkau.

Yousri menambahkan, pada era keemasan bioskop, Surabaya memiliki puluhan gedung pemutaran film yang tersebar di berbagai sudut kota. Namun, seiring perubahan gaya hidup, hadirnya televisi, video rumahan, hingga pusat perbelanjaan modern dengan bioskop multiplex, satu per satu bioskop klasik mulai kehilangan penonton.

"Sebagian besar akhirnya tutup dan berganti fungsi. Ada yang menjadi pertokoan, gudang, tempat usaha, bahkan dibiarkan kosong. Bioskop Kalisosok menjadi salah satu saksi bisu perubahan itu," katanya.

Meski tak lagi beroperasi, bangunan Bioskop Kalisosok masih menyimpan jejak nostalgia bagi warga Surabaya. Bagi mereka yang pernah menikmati masa keemasan layar lebar tempo dulu, gedung tua tersebut bukan sekadar bangunan usang, melainkan pengingat bahwa kawasan Kalisosok pernah menjadi bagian dari denyut kehidupan hiburan Kota Pahlawan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
bioskop kalisosok bioskop sampoerna bioskop kelas c Penjara Kalisosok Bioskop di Surabaya