Restoran Hankow di Tamarindelaan Pernah Jadi Jujukan Warga Tionghoa Surabaya

Lambertus Hurek • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:00 WIB

 Restaurant Hankow di kawasan Pandegiling Surabaya pada masa Hindia Belanda. (IST)

Restaurant Hankow di kawasan Pandegiling Surabaya pada masa Hindia Belanda. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Kawasan Darmo Surabaya pada era 1930-an memancarkan atmosfer urban yang semarak. Di kawasan Tamarindelaan, yang kini kita kenal sebagai Jalan Pandegiling, pernah berdiri sebuah pusat hiburan yang menjadi magnet bagi warga Kota Atas. 

Tepat di sebelah Darmo Theater yang kala itu tengah gempar memutar film petualangan layar lebar Tarzan, berdiri megah bangunan dengan papan nama mencolok Restaurant Hankow.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026, Terbaik dalam Komunikasi dan Informasi Publik

 Berdasarkan penelusuran sejarah dan tata letak kota kuno, kompleks hiburan masa lalu ini diperkirakan menempati lahan strategis yang kini bertransformasi menjadi area modern di sekitar kawasan hotel berbintang di Pandegiling.

Nama Hankow sendiri diambil dari nama kota pelabuhan sungai besar di Tiongkok tengah yang kini melebur menjadi bagian dari Kota Wuhan. Penamaan ini menjadi jaminan atas keaslian rasa yang ditawarkan oleh sang juru masak.

Di zaman Hindia Belanda, restoran ini bukan sekadar tempat mengisi perut, melainkan ruang sosial elite tempat bertemunya para saudagar Tionghoa, pejabat kolonial, hingga kaum urban Surabaya yang ingin menikmati hidangan berkelas usai menonton film perak di Darmo Theater.

Baca Juga: Gunakan Sepeda Angin, Begal Payudara Ditangkap di Bulak Banteng Surabaya

Menengok budaya kuliner Tiongkok era 1930-an, Restoran Hankow kemungkinan besar menjagokan menu otentik berbasis masakan Hubei dan pengaruh masakan Kanton yang populer di tanah rantau. Hidangan berkuah hangat kaya rempah, olahan ikan air tawar tim (kukus) jahe khas pelabuhan sungai, ayam rebus bumbu bawang, hingga sajian premium seperti sup sarang burung walet diprediksi menjadi menu primadona yang kerap dipesan pengunjung.

Kuliner mewah ini disandingkan dengan teh krisan hangat atau bir dingin Eropa yang populer kala itu. Kini, bangunan Darmo Theater serta Restoran Hankow tinggal menyisakan gambar tua. (*)

Editor : Lambertus Hurek
bioskop darmo restaurant hankow tamarindelaan darmo theater Pandegiling