Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bekas Toko Buku Sluyter Jadi Restoran di Jalan Tunjungan 39 Surabaya

Andy Satria • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:13 WIB
Bangunan eks Bookhandel Sluyter di Jalan Tunjungan Surabaya. (Andy Satria/Radar Surabaya)
Bangunan eks Bookhandel Sluyter di Jalan Tunjungan Surabaya. (Andy Satria/Radar Surabaya)

 

 

RADAR SURABAYA - Bangunan Tunjungan 39 menjadi salah satu saksi perkembangan Kota Surabaya pada masa kolonial. Gedung cagar budaya itu dulunya merupakan Bookhandel Sluyter, sebuah pusat penjualan buku, percetakan, sekaligus penyedia alat tulis yang cukup dikenal pada masanya.

Pemerhati Sejarah Kota Surabaya Nur Setiawan menjelaskan, Bookhandel Sluyter didirikan oleh JWF Sluyter, pengusaha Belanda. Lokasi toko sengaja dipilih di kawasan strategis, Jalan Tunjungan, pertigaan Jalan Genteng Besar.

Baca Juga: Pameran Lima Seniman Muda STKW Surabaya Angkat Kritik Sosial hingga Trauma Pribadi

Menurut Nur Setiawan, pada masa itu Jalan Tunjungan merupakan pusat perdagangan modern di Surabaya. Kawasan tersebut menjadi tujuan masyarakat Eropa untuk berbelanja berbagai barang bermerek dan kebutuhan sehari-hari.

"Jalan Tunjungan saat itu merupakan kawasan elite. Banyak orang Eropa datang untuk berbelanja. Ditambah lagi, jalur trem melintasi kawasan tersebut sehingga akses menuju Toko Buku Sluyter sangat mudah dijangkau," ujar Wawan.

Keberadaan toko buku di kawasan tersebut menunjukkan bahwa budaya literasi mulai berkembang seiring kemajuan ilmu pengetahuan di Eropa yang turut memengaruhi wilayah Hindia Belanda. Meski masih berada dalam masa kolonial, kebutuhan terhadap buku, percetakan, hingga alat tulis mulai meningkat.

Nur menuturkan, Bookhandel Sluyter tidak hanya menjual buku. Toko tersebut juga melayani pencetakan buku dan memperdagangkan berbagai perlengkapan tulis yang dibutuhkan masyarakat pada masa itu.

Baca Juga: Mengisi Daya Ponsel Semalaman Masih Aman, Asal Perhatikan Hal Ini

"Minat membaca, menulis, hingga menerbitkan buku mulai tumbuh karena perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung cukup pesat di Eropa dan turut masuk ke wilayah jajahannya, termasuk Hindia Belanda," jelasnya.

Hingga kini, bangunan bekas Toko Buku Sluyter masih berdiri di Jalan Tunjungan. Fasad bergaya kolonial yang masih dipertahankan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal sejarah kawasan bersejarah tersebut.

Bangunan yang kini dikenal sebagai Tunjungan 39 telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Status tersebut menjadi upaya untuk menjaga warisan arsitektur kolonial sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa kawasan Tunjungan pernah menjadi pusat perdagangan, pendidikan, dan perkembangan literasi di Kota Surabaya. (sam) 

Editor : Lambertus Hurek
#Tunjungan 39 #Bookhandel Sluyter #JWF Sluyter #bangunan cagar budaya