Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bung Tomo Wafat Saat Menunaikan Ibadah Haji, Jenazah Bisa Dipulangkan ke Surabaya

Lambertus Hurek • Selasa, 30 Juni 2026 | 16:52 WIB
Bung Tomo saat berada di Arafah dalam kondisi sakit masih tetap menjalankan ibadah hingga wafat. (IST)
Bung Tomo saat berada di Arafah dalam kondisi sakit masih tetap menjalankan ibadah hingga wafat. (IST)

 
 
RADAR SURABAYA - Wafatnya Bung Tomo, pahlawan nasional dan pengobar semangat pertempuran 10 November 1945, tidak terjadi di medan perjuangan, melainkan di Tanah Suci saat ia menunaikan ibadah haji.
 
Pustakawan Sejarah dari Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan pada hari kedua menjalani ibadah, Bung Tomo tiba-tiba terjatuh saat berada di kamar mandi. Kondisi itu diperparah oleh cuaca panas di Arab Saudi, sehingga menyebabkan suhu tubuhnya meningkat drastis.

Baca Juga: Kafe Menjadi Ruang Baru dalam Konsumsi dan Gaya Hidup Masyarakat Jatim
 
“Bung Tomo kemudian dirawat di rumah sakit setempat selama satu hari, lalu diperbolehkan kembali menginap di Hotel Zam-Zam. Namun tepat pada hari ulang tahunnya, 3 Oktober, beliau kembali tak sadarkan diri dan dirujuk ke rumah sakit di Makkah,” ujarnya. 
 
Meski dalam kondisi sakit, Bung Tomo tetap bertekad melaksanakan ibadah. Pada tanggal 7 Oktober, meski kondisinya masih lemah, beliau tetap pergi ke Padang Arafah untuk beribadah. "Tubuhnya tak lagi sanggup menahan rasa sakit, hingga akhirnya Bung Tomo wafat dalam keadaan sedang beribadah,” jelasnya. 

Jenazah Bung Tomo kemudian dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Ngagel Rejo, Surabaya. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan sesuai pesan yang disampaikan Bung Tomo semasa hidupnya.
 
“Pemakamannya di tempat pemakaman umum karena ada pesan khusus dari Bung Tomo kepada keluarga. Jika meninggal kelak ingin dimakamkan berdekatan dengan rakyatnya. Hal ini selaras dengan perjuangannya yang selalu beriringan dengan rakyat dalam memukul mundur pasukan NICA,” terangnya.

Baca Juga: Unesa Gelar SDGs FAIR 2026 di Bali, Puluhan Inovasi Pengabdian Dukung Pembangunan Berkelanjutan
 
Ia menambahkan bahwa kebesaran hati sang pahlawan ini juga tercermin dari sikap keluarganya yang menerima dan menjalankan pesan tersebut dengan ikhlas.
 
“Kebesaran hati pahlawan ini menular kepada keluarganya. Mereka pun dengan lapang dada menuruti keinginan Bung Tomo agar tetap dekat dengan rakyat yang telah dibela dan diperjuangkan selama hidupnya,” ujarnya.
 
Selain dikenal sebagai orator ulung yang mampu membangkitkan semangat juang, Bung Tomo juga memiliki rekam jejak panjang sebagai wartawan dan tokoh politik. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim. (*) 

Editor : Lambertus Hurek
#bung tomo wafat #bung tomo naik haji #makam bung tomo #TPU Ngagel Rejo