Radar Surabaya – Uang kini menjadi alat transaksi yang digunakan hampir di seluruh dunia. Namun, tidak ada satu sosok yang tercatat sebagai penemu uang. Para sejarawan meyakini kehadiran uang merupakan hasil perkembangan peradaban manusia yang membutuhkan sistem transaksi lebih praktis dibanding barter.
Sebelum mengenal uang, masyarakat kuno memenuhi kebutuhan hidup melalui sistem barter atau pertukaran barang dan jasa secara langsung. Sistem ini telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia sebagai cara utama bertransaksi.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Emas, Dari Alat Tukar Kuno hingga Aset Investasi Bernilai Tinggi
Meski sederhana, barter memiliki banyak keterbatasan. Transaksi hanya dapat terjadi apabila kedua pihak sama-sama memiliki barang yang dibutuhkan satu sama lain. Kondisi tersebut sering kali menyulitkan proses pertukaran dan menghambat aktivitas ekonomi.
Untuk mengatasi persoalan itu, masyarakat mulai menggunakan berbagai benda bernilai sebagai alat tukar. Antara 3.000 hingga 700 tahun sebelum Masehi, garam, kerang, emas, dan perak digunakan dalam berbagai transaksi. Sistem ini kemudian dikenal sebagai uang komoditas.
Baca Juga: Asal Usul Kata Rupiah, Mata Uang yang Menjadi Simbol Kedaulatan Indonesia
Di sejumlah wilayah, benda-benda tersebut bahkan berfungsi layaknya mata uang. Kerang, misalnya, pernah digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari di beberapa kawasan, termasuk Kepulauan Solomon.
Perkembangan besar terjadi sekitar abad ke-7 sebelum Masehi ketika masyarakat Lydia, wilayah yang kini berada di Turki, mulai mencetak koin logam. Koin tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk uang pertama yang memiliki ukuran, berat, dan nilai yang lebih terstandar.
Baca Juga: Viral! Pemerasan Terhadap Sopir Truk di Perak Barat Surabaya, Minta Uang untuk Beli Arak
Dibandingkan sistem barter, penggunaan koin logam dinilai jauh lebih praktis karena mudah dibawa dan diterima dalam berbagai transaksi. Konsep tersebut kemudian menyebar ke berbagai peradaban besar, termasuk Romawi Kuno yang menerapkan standar resmi pada mata uang mereka.
Seiring perkembangan zaman, bentuk uang terus berevolusi, mulai dari uang logam, uang kertas, hingga sistem pembayaran digital yang digunakan saat ini. Meski tampil dalam bentuk yang semakin modern, perjalanan uang berawal dari kebutuhan manusia menciptakan alat tukar yang lebih efektif dan efisien dibanding barter. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah