RADAR SURABAYA – Jauh sebelum teknologi digital berkembang pesat, kertas menjadi media utama yang merekam perjalanan sejarah, ilmu pengetahuan, dan peradaban manusia. Kehadiran kertas tidak hanya menggantikan media tulis kuno yang mahal dan sulit digunakan, tetapi juga membuka jalan bagi penyebaran informasi secara lebih luas.
Sejarah mencatat, kertas modern pertama kali dikembangkan di Tiongkok pada masa Dinasti Han sekitar tahun 105 Masehi. Penemuan tersebut dikaitkan dengan seorang pejabat kekaisaran bernama Cai Lun yang berhasil menciptakan lembaran kertas dari campuran kulit pohon, kain rami bekas, jaring ikan, dan limbah tekstil.
Baca Juga: Cari Distributor Kertas di Surabaya? Ketahui Dulu Beragam Tipsnya agar Tak Salah Pilih!
Metode yang dikembangkan Cai Lun menghasilkan media tulis yang lebih ringan, murah, dan mudah diproduksi dibandingkan bahan sebelumnya seperti bambu, sutra, maupun tablet tanah liat. Inovasi ini kemudian menjadi salah satu penemuan paling berpengaruh dalam sejarah manusia.
Selama berabad-abad, teknologi pembuatan kertas dijaga sebagai rahasia penting oleh Kekaisaran Tiongkok. Namun, pengetahuan tersebut mulai menyebar ke luar negeri pada abad ke-8 Masehi setelah terjadinya Pertempuran Talas antara Dinasti Tang dan Kekhalifahan Abbasiyah.
Sejumlah pengrajin kertas yang tertawan kemudian dibawa ke Bagdad. Dari kota tersebut, teknologi pembuatan kertas berkembang pesat dan mendukung lahirnya era keemasan Islam yang ditandai dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, kedokteran, matematika, dan filsafat.
Melalui jalur perdagangan dan peradaban Islam di kawasan Mediterania, teknologi pembuatan kertas akhirnya masuk ke Eropa pada abad ke-11. Perkembangannya semakin pesat setelah Johannes Gutenberg memperkenalkan mesin cetak bergerak pada abad ke-15.
Perpaduan antara kertas yang murah dan teknologi percetakan memungkinkan buku diproduksi secara massal. Kondisi tersebut mendorong peningkatan literasi masyarakat dan menjadi salah satu faktor yang mempercepat lahirnya Renaisans, Reformasi Gereja, hingga Revolusi Ilmiah di Eropa.
Meski saat ini dunia memasuki era digital, peran kertas dalam sejarah peradaban tetap tidak tergantikan. Penemuan sederhana tersebut telah membantu menyebarkan ilmu pengetahuan ke berbagai penjuru dunia dan menjadi fondasi penting bagi perkembangan pendidikan serta kemajuan manusia hingga saat ini. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah