RADAR SURABAYA — Bunga melati tidak hanya dikenal karena keharumannya yang khas, tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Dengan kelopak putih yang sederhana dan aroma yang lembut, melati telah lama menjadi simbol kesucian sekaligus identitas bangsa.
Pemerintah menetapkan melati sebagai Bunga Nasional Indonesia dengan sebutan "Puspa Bangsa". Keberadaannya sangat akrab di tengah masyarakat karena mudah ditemukan di pekarangan rumah, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Dalam berbagai tradisi adat Nusantara, melati memiliki peran penting. Rangkaian bunga melati kerap digunakan dalam upacara pernikahan adat Jawa, Sunda, hingga Palembang. Bunga ini melambangkan kesucian, ketulusan cinta, dan keindahan budi pekerti yang diharapkan menyertai kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.
Tak hanya memiliki nilai budaya, melati juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Ekstrak minyak melati menjadi bahan baku penting dalam industri parfum, kosmetik, hingga produk perawatan tubuh. Aromanya yang khas dan menenangkan membuat produk berbahan dasar melati banyak diminati, baik di dalam maupun luar negeri.
Salah satu pemanfaatan melati yang paling populer di Indonesia adalah sebagai campuran teh melati. Perpaduan daun teh dengan kuncup melati menghasilkan aroma harum dan cita rasa yang khas. Minuman ini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dan bahkan berhasil menembus pasar ekspor.
Melalui keharumannya yang khas, melati tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi simbol budaya Indonesia yang terus dikenal hingga mancanegara. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah