Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Asal Usul Kucing Rumahan Terungkap, Berawal dari Pemburu Liar Afrika

M Firman Syah • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:54 WIB
Bukan cuman kucing malas-malasan dirumah, nyatanya kucing dulunya hewan aktif berburu. Foto: Ist.
Bukan cuman kucing malas-malasan dirumah, nyatanya kucing dulunya hewan aktif berburu. Foto: Ist.

Radar Surabaya – Kucing rumahan kini menjadi salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia. Tingkahnya yang menggemaskan membuat banyak orang menjadikannya teman di rumah. Namun, di balik sifat manja dan santainya, kucing ternyata memiliki leluhur yang merupakan pemburu liar yang tangguh.

Berbagai penelitian genetika menunjukkan seluruh ras kucing domestik modern berasal dari satu nenek moyang yang sama, yakni kucing liar Afrika atau Felis lybica. Spesies ini memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan kucing rumahan saat ini, tetapi dikenal lebih agresif dan mandiri.

Para peneliti memperkirakan proses domestikasi kucing dimulai sekitar 10.000 tahun lalu di kawasan Fertile Crescent atau Bulan Sabit Subur di Timur Tengah, yang meliputi wilayah Mesopotamia hingga Mesir Kuno.

Baca Juga: Gegara Kucing Lompat, Pengendara Motor Tercebur ke Sungai di Jalan Kupang Jaya Surabaya

Saat manusia mulai beralih dari pola hidup berburu dan meramu menjadi bertani, lumbung penyimpanan hasil panen menarik kedatangan tikus dan berbagai hama. Kondisi tersebut secara alami mengundang kucing liar untuk datang berburu di sekitar permukiman manusia.

Hubungan antara manusia dan kucing pun berkembang sebagai simbiosis mutualisme. Petani memperoleh perlindungan terhadap hama yang mengancam stok pangan, sementara kucing mendapatkan sumber makanan yang melimpah serta perlindungan dari predator.

Seiring berjalannya waktu, manusia mulai menyadari manfaat kehadiran kucing dan memberikan ruang bagi hewan tersebut untuk hidup lebih dekat dengan lingkungan rumah. Kedekatan yang terjalin selama ribuan tahun membuat sifat liar kucing perlahan berubah menjadi lebih jinak dan toleran terhadap manusia.

Baca Juga: Kerusakan Saraf Bisa Ganggu Penglihatan Anjing dan Kucing

Penyebaran kucing ke berbagai belahan dunia tidak lepas dari peran peradaban Mesir Kuno dan aktivitas perdagangan maritim. Di Mesir, kucing tidak hanya dipelihara, tetapi juga dihormati sebagai simbol perlindungan dan memiliki nilai religius.

Ketika perdagangan laut berkembang pesat, para pelaut membawa kucing di atas kapal untuk mengendalikan populasi tikus yang dapat merusak perbekalan maupun perlengkapan pelayaran. Dari sinilah kucing menyebar ke Eropa, Asia, dan berbagai wilayah lain di dunia.

Hingga kini, para ilmuwan masih meneliti DNA kuno untuk menelusuri perjalanan evolusi kucing, termasuk munculnya variasi warna dan pola bulu yang berkembang pada abad pertengahan.

Baca Juga: Jangan Hanya Dry Food, Kucing Juga Perlu Makan Wet Food

Meski saat ini terdapat beragam ras kucing dengan karakteristik berbeda, mulai dari Persia yang berbulu lebat hingga Sphynx yang hampir tanpa bulu, seluruhnya tetap memiliki jejak genetika yang mengarah pada kucing liar Afrika sebagai nenek moyang mereka.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa domestikasi kucing berlangsung secara unik. Tidak sepenuhnya melalui penjinakan paksa oleh manusia, melainkan karena kucing memilih hidup berdampingan dengan manusia untuk memperoleh keuntungan bersama. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
#kucing rumahan #kucing afrika #ras kucing #domestikasi kucing #Felis lybica