Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Arsitektur Hotel Ganefo Gaya Empire Indische Stijl di Kapasan Surabaya, Simetris dengan Beranda yang Luas

Andy Satria • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59 WIB

Bagian belakang Hotel Ganefo di Jalan Kapasan Surabaya. (ISTI

Bagian belakang Hotel Ganefo di Jalan Kapasan Surabaya. (ISTI

 

 

RADAR SURABAYA - Di tengah padatnya aktivitas Jalan Kapasan, Surabaya, berdiri sebuah bangunan tua yang eksotik. Bangunan itu adalah Hotel Ganefo, peninggalan arsitektur abad ke-19.

Dosen Universitas Ciputra Surabaya Maureen Nuradhi menilai Hotel Ganefo merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai arsitektur dan budaya tinggi. Namun, keberadaannya kini seolah tersembunyi di balik keramaian kawasan perdagangan Kapasan.

Baca Juga: Atria Hotel Malang Raih Tripadvisor Travelers' Choice Award 2026

"Kalau generasi yang lahir dan besar di Surabaya pada era 1970-an hingga 1980-an umumnya masih mengenal Hotel Ganefo. Tetapi generasi sekarang banyak yang tidak tahu karena dari jalan hanya terlihat gerbangnya saja," ujar Maureen.

Menurutnya, bangunan utama hotel tersebut diduga mengusung gaya Empire Indische Stijl yang populer pada masa kolonial. Ciri-cirinya terlihat dari denah bangunan yang simetris, keberadaan beranda atau portico yang luas di bagian depan dan belakang, serta penggunaan tiang-tiang besar bergaya klasik Eropa.

Selain itu, bagian bawah atap juga dihiasi fascia bergaya Eropa yang memberikan kesan elegan pada bangunan. Desain seperti itu tidak hanya memperlihatkan pengaruh arsitektur Barat, tetapi juga menjadi adaptasi terhadap iklim tropis Surabaya yang panas dan lembap.

Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, bangunan tersebut sudah dikenal sejak akhir abad ke-19. Seorang penulis Eropa yang berkunjung pada 1890-an pernah mencatat rumah besar itu sebagai kediaman keluarga The, yakni The Toan Ing, putra Mayor The Boen Khe.

Baca Juga: Polisi Tembak Kaki Pelaku Jambret di Kusuma Bangsa Surabaya

Bangunan tersebut kemudian berpindah kepemilikan kepada Tan Siong Chiu. Jejak perubahan fungsi menjadi hotel terlihat dari adanya plakat izin operasional yang diterbitkan pada 1957.

Maureen menjelaskan, sejumlah perabot di area lobi masih memperlihatkan sentuhan gaya Art Deco yang berkembang pada 1930-an. Sementara bagian belakang bangunan diduga merupakan hasil penambahan pada dekade 1950-an karena memiliki karakter arsitektur yang berbeda dengan bangunan utama.

Salah satu daya tarik terbesar Hotel Ganefo pada masa lalu adalah tamannya. Maureen mengenang taman bergaya Tiongkok yang dilengkapi kolam, bonsai, serta miniatur bangunan dan pegunungan. Sayangnya, kini hanya sebagian kecil yang masih tersisa.

"Kalau taman itu bisa direstorasi, hasilnya akan sangat indah dan unik. Apalagi peninggalan taman abad ke-19 di Surabaya jumlahnya sangat sedikit," katanya. (sam) 

Editor : Lambertus Hurek
#empire indische stijl #the toan ing #tan siong chiu #hotel ganefo #art deco