RADAR SURABAYA – Sulit membayangkan Bumi tanpa hutan, pepohonan, dan hamparan hijau seperti yang terlihat saat ini. Namun, ratusan juta tahun lalu, planet ini ternyata pernah berada dalam kondisi gundul dan gersang tanpa satu pun pohon yang tumbuh di daratan.
Jauh sebelum manusia maupun dinosaurus muncul, permukaan Bumi didominasi bebatuan dan tumbuhan sederhana yang belum memiliki batang maupun akar seperti pohon modern. Para ilmuwan dan paleobotanis memperkirakan pohon pertama kali muncul sekitar 385 juta tahun lalu pada periode Devon. Kesimpulan tersebut didasarkan pada berbagai temuan fosil tumbuhan purba di sejumlah wilayah dunia.
Fosil-fosil tersebut menunjukkan keberadaan tanaman yang telah memiliki struktur kayu dan sistem perakaran yang kuat, dua ciri utama yang membedakan pohon dengan tumbuhan sederhana lainnya.
Baca Juga: Bersih Pantai dan Tanam 1.000 Pohon, Upaya Hijaukan Pesisir Romokalisari Surabaya
Sebelum periode itu, sekitar 470 juta tahun lalu, kehidupan tumbuhan di darat masih didominasi organisme mirip lumut yang tumbuh rendah dan belum memiliki batang maupun akar sejati.
Perubahan besar terjadi ketika muncul tumbuhan purba bernama Wattieza, yang oleh sejumlah ilmuwan dianggap sebagai salah satu pohon tertua di Bumi. Tumbuhan ini diperkirakan dapat tumbuh hingga delapan meter dan memiliki bentuk menyerupai pakis raksasa atau pohon palem primitif.
Meski berukuran besar, Wattieza belum memiliki daun seperti pohon masa kini. Proses fotosintesis dilakukan melalui jaringan ranting yang menyebar di bagian atas batangnya. Beberapa juta tahun kemudian, muncul genus Archaeopteris yang dianggap sebagai salah satu nenek moyang pohon modern. Tumbuhan ini telah memiliki kayu yang lebih kuat, sistem akar yang berkembang baik, serta struktur daun yang lebih kompleks.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Surabaya, Puluhan Pohon Tumbang dan Tewaskan Seorang Pekerja
Kehadiran Archaeopteris diyakini menjadi awal terbentuknya hutan-hutan pertama di dunia yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah benua purba. Para ilmuwan menilai kemunculan hutan pertama memiliki peran besar dalam mengubah kondisi Bumi. Saat itu, atmosfer mengandung karbon dioksida (CO₂) dalam jumlah jauh lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Melalui proses fotosintesis, pohon-pohon purba menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Proses tersebut membantu menurunkan kadar gas rumah kaca sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih mendukung perkembangan kehidupan.
Baca Juga: Usai Ditanami Pohon Pisang oleh Warga, Jalan di Desa Tambaksumur Waru Sidoarjo Akhirnya Diperbaiki
Evolusi pohon terus berlangsung hingga sekitar 140 juta tahun lalu pada periode Kapur. Pada masa itu, tumbuhan berbunga dan berbuah mulai berkembang pesat dan mendominasi berbagai ekosistem daratan.
Hingga kini, pohon tetap menjadi salah satu komponen terpenting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berperan menyerap karbon, menjaga siklus air, serta mendukung keberlangsungan berbagai makhluk hidup di Bumi.
Tanpa kemunculan pohon ratusan juta tahun lalu, kondisi Bumi saat ini kemungkinan akan sangat berbeda dan belum tentu mampu mendukung kehidupan seperti yang dikenal sekarang. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah