Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Jabat Tangan Mendunia, Ternyata Berawal dari Simbol Perdamaian

M Firman Syah • Kamis, 11 Juni 2026 | 08:09 WIB
Tradisi berjabat tangan yang dikenal di berbagai negara berawal dari simbol perdamaian dan rasa saling percaya sejak zaman kuno. Foto: Ist.
Tradisi berjabat tangan yang dikenal di berbagai negara berawal dari simbol perdamaian dan rasa saling percaya sejak zaman kuno. Foto: Ist.

RADAR SURABAYA – Jabat tangan menjadi salah satu bentuk salam yang paling dikenal dan digunakan di berbagai negara. Gestur sederhana ini lazim dilakukan saat berkenalan, menyambut tamu, menjalin kerja sama, hingga menandai sebuah kesepakatan. Di balik kebiasaan yang tampak sederhana tersebut, tersimpan sejarah panjang yang berawal dari simbol perdamaian dan rasa saling percaya.

Sejumlah catatan sejarah menunjukkan tradisi berjabat tangan telah dikenal sejak abad ke-5 sebelum Masehi di Yunani Kuno. Pada masa itu, seseorang akan mengulurkan tangan kanan sebagai tanda bahwa dirinya tidak membawa senjata dan datang dengan niat baik.

Cara tersebut menjadi sarana untuk membangun rasa aman dan kepercayaan saat bertemu dengan orang lain, terutama mereka yang belum saling mengenal.

Baca Juga: Kenalkan Seni Budaya Tiongkok Seni Opera Peking Perkuat Pemahaman Lintas Budaya Mahasiswa di Surabaya

Tradisi tersebut kemudian berkembang pada masa Kekaisaran Romawi. Namun, bentuknya sedikit berbeda dengan jabat tangan modern. Saat itu, orang yang bertemu akan saling menggenggam lengan bawah untuk memastikan tidak ada senjata yang disembunyikan di balik pakaian.

Seiring waktu, kebiasaan tersebut berubah menjadi simbol itikad baik dalam menjalin hubungan dan komunikasi. Dalam berbagai catatan sejarah, jabat tangan juga kerap digunakan sebagai lambang kepercayaan saat menyepakati perjanjian atau kerja sama antarpihak.

Baca Juga: Senja Budaya 2026 di Tugu Pahlawan: Generasi Muda Diajak Merayakan Tradisi dengan Cara Kekinian

Memasuki abad ke-17, jabat tangan semakin populer di Eropa. Kala itu, gestur tersebut mulai dianggap sebagai bentuk salam yang lebih setara dibandingkan membungkuk atau mengangkat topi yang umumnya dilakukan berdasarkan perbedaan status sosial. 

Dari sinilah jabat tangan berkembang menjadi simbol penghormatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang kedudukan atau latar belakang.

Baca Juga: Ritual Tiwah Dayak Ngaju, Tradisi Sakral Penghormatan Leluhur Kini Jadi Daya Tarik Wisata

Kini, tradisi berjabat tangan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, kebiasaan tersebut masih sering dijumpai dalam berbagai kesempatan, mulai dari pertemuan keluarga, acara resmi, kegiatan sosial, hingga momen silaturahmi.

Meski bentuk salam terus berkembang mengikuti zaman, jabat tangan tetap menjadi simbol persahabatan, kepercayaan, dan hubungan baik antarsesama. Tradisi yang berawal dari tanda perdamaian ribuan tahun lalu itu pun masih bertahan hingga sekarang. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#perdamaian #tradisi #jabat tangan #budaya #sejarah