Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dulu Pemakan Daging, Kini Panda Identik dengan Bambu, Begini Penjelasannya

M Firman Syah • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:49 WIB
Sempat jadi pemakan daging, namun sekarang panda hanya mau makan Bambu. Foto: Ist.
Sempat jadi pemakan daging, namun sekarang panda hanya mau makan Bambu. Foto: Ist.

RADAR SURABAYA – Panda raksasa dikenal sebagai hewan yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan bambu. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa nenek moyang panda sebenarnya merupakan hewan pemakan daging atau karnivora.

Secara evolusi, panda masih memiliki hubungan kekerabatan dekat dengan beruang. Fakta itu terlihat dari struktur gigi, rahang, dan sistem pencernaannya yang hingga kini masih menyerupai hewan pemakan daging dibandingkan hewan pemakan tumbuhan seperti sapi atau kambing.

Para ilmuwan meyakini perubahan pola makan panda terjadi jutaan tahun lalu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 2 hingga 7 juta tahun silam, perubahan lingkungan dan iklim menyebabkan berkurangnya ketersediaan hewan buruan yang menjadi sumber makanan utama panda.

Baca Juga: Memiliki Hewan Peliharaan Dinilai Bantu Kesehatan Mental Manusia

Di saat yang sama, panda juga harus bersaing dengan predator lain yang lebih kuat dalam memperebutkan sumber makanan. Untuk bertahan hidup, spesies ini kemudian beradaptasi dengan memanfaatkan bambu yang melimpah di habitat alaminya di Tiongkok.

Selain faktor lingkungan, perubahan tersebut juga diduga dipengaruhi faktor biologis. Sejumlah penelitian menemukan panda mengalami perubahan pada gen T1R1, yaitu gen yang berperan dalam mendeteksi rasa gurih atau umami yang umumnya terdapat pada daging.

Akibat perubahan fungsi gen tersebut, kemampuan panda untuk merasakan ketertarikan terhadap daging diduga berkurang. Seiring waktu, mereka semakin bergantung pada bambu sebagai sumber makanan utama.

Baca Juga: Permintaan Melejit! Besek Bambu Magetan Jadi Solusi Kemasan Ramah Lingkungan

Meski demikian, tubuh panda sebenarnya belum sepenuhnya beradaptasi menjadi herbivora. Sistem pencernaannya masih relatif sederhana sehingga tidak seefisien hewan pemakan tumbuhan dalam mencerna serat bambu.

Karena itu, panda harus mengonsumsi bambu dalam jumlah sangat besar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan energinya. Hewan ini bahkan dapat menghabiskan hingga 16 jam sehari hanya untuk makan dan mengunyah bambu.

Baca Juga: Sugar Glider jadi Hewan Peliharaan Favorit di Surabaya, Imut dan Tak Merepotkan

Para peneliti juga menemukan bahwa konsumsi bambu dapat memengaruhi respons biologis tertentu yang membuat panda merasa nyaman. Hal tersebut diyakini menjadi salah satu faktor yang memperkuat kebiasaan panda mengonsumsi bambu hingga saat ini.

Kini, meski berasal dari leluhur pemakan daging, panda telah menjadi simbol hewan pecinta bambu yang dikenal di seluruh dunia. Adaptasi tersebut menjadi salah satu contoh unik bagaimana spesies dapat mengubah pola hidupnya demi bertahan menghadapi perubahan lingkungan. (nor/fir)

Editor : M Firman Syah
#Pandaan #satwa liar #Evolusi #beruang #bambu