Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kini Jadi Alat Makan Sehari-hari, Garpu Ternyata Pernah Ditolak di Eropa

M Firman Syah • Jumat, 5 Juni 2026 | 12:57 WIB
Sendok dan garpu kini menjadi perlengkapan makan yang umum digunakan, meskipun garpu pernah mendapat penolakan saat mulai dikenal di Eropa. Foto: ist.
Sendok dan garpu kini menjadi perlengkapan makan yang umum digunakan, meskipun garpu pernah mendapat penolakan saat mulai dikenal di Eropa. Foto: ist.

RADAR SURABAYA – Sendok dan garpu kini menjadi perlengkapan makan yang hampir selalu hadir di meja makan. Namun, siapa sangka garpu yang saat ini digunakan sehari-hari ternyata sempat mendapat penolakan ketika pertama kali diperkenalkan di Eropa.

Sejarah mencatat, garpu telah digunakan masyarakat Timur Tengah sejak sekitar abad ke-7. Pada masa itu, penggunaannya masih terbatas di kalangan tertentu dan lebih sering dijumpai dalam acara-acara resmi.

Fungsi garpu saat itu juga berbeda dengan sekarang. Alat tersebut umumnya digunakan untuk menahan potongan daging saat dipotong menggunakan pisau. Sementara makanan tetap disantap menggunakan tangan, yang dianggap sebagai kebiasaan wajar dan sesuai norma sosial pada zamannya.

Ketika mulai diperkenalkan ke Eropa, keberadaan garpu tidak langsung diterima. Sebagian masyarakat menganggap penggunaan tangan saat makan lebih alami dan sesuai tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Penolakan bahkan datang dari sejumlah kalangan yang memandang bentuk garpu bercabang sebagai sesuatu yang tidak lazim. Dalam beberapa catatan sejarah, bentuk tersebut sempat dikaitkan dengan simbol negatif sehingga memunculkan resistensi di masyarakat.

Seiring berkembangnya perdagangan dan interaksi budaya, garpu mulai menyebar dari Timur Tengah ke berbagai negara Eropa, termasuk Italia, Prancis, dan Inggris. Di Inggris, penggunaan garpu pada awalnya lebih banyak ditemukan di lingkungan bangsawan dan kalangan elite sebagai simbol status sosial dan kemewahan.

Bentuk garpu pada masa itu juga belum seperti yang dikenal saat ini. Garpu awal hanya memiliki dua cabang. Seiring perkembangan desain dan kebutuhan pengguna, jumlah cabangnya bertambah menjadi empat agar lebih praktis digunakan untuk berbagai jenis makanan.

Perubahan besar terjadi pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 ketika peralatan makan berbahan logam mulai diproduksi secara massal. Produksi yang lebih luas membuat harga garpu semakin terjangkau dan penggunaannya menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

Sejak saat itu, garpu perlahan menjadi bagian dari budaya makan modern dan digunakan secara luas di berbagai negara. Kini, alat makan yang pernah ditolak tersebut justru menjadi perlengkapan yang dianggap wajib di meja makan masyarakat dunia. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#garpu #budaya makan #alat makan #eropa #sejarah