RADAR SURABAYA – Kiai Haji Zainuddin MZ pernah mencatatkan momen tak terlupakan dalam sejarah dakwah di Indonesia, khususnya di Surabaya pada awal 1990-an. Dalam sebuah ceramah akbar di kawasan Dupak, ribuan umat Islam larut dalam suasana religius yang begitu kuat, seolah “terhipnotis” oleh gaya dakwahnya yang khas.
Peristiwa itu terjadi di tengah kerumunan massa yang memadati tanah lapang hingga meluber ke tepian jalan tol Dupak. Kepadatan jamaah bahkan sempat memaksa penutupan sementara akses jalan tol dalam kota.
Baca Juga: Ini Alasan Pelarangan Drone Tanpa Izin di Tahura Raden Soerjo
Meski hujan turun mengguyur deras, tak satu pun dari mereka beranjak. Jamaah tetap bertahan, basah kuyup, demi mendengarkan ceramah sang dai yang dikenal dengan suara lantang dan retorika yang menggugah.
Dalam suasana tersebut, Kiai Zainuddin MZ mengajak seluruh hadirin melantunkan salawat bersama. Suara ribuan orang bergema, menciptakan atmosfer spiritual yang begitu kuat. Ia kemudian memimpin doa, memohon agar hujan ditunda. Tak lama setelah itu, hujan benar-benar mereda. Sebuah momen yang semakin menguatkan kekhusyukan jamaah saat itu.
Setelah salawat dihentikan atas aba-aba sang ustad, suasana berubah drastis menjadi hening. Ribuan orang terpaku, menanti setiap kalimat yang keluar dari lisannya. Selama hampir dua jam, ia berhasil menjaga perhatian massa tanpa terpecah, membuat jamaah seakan “mengunyah” setiap pesan yang disampaikan.
Ceramah tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kekuatan komunikasi dan karisma seorang dai mampu menyatukan dan menggerakkan massa dalam jumlah besar. Zainuddin MZ bukan hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga membangun ikatan emosional yang mendalam dengan para pendengarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek