Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Viaduk Gubeng Surabaya, Saksi Bisu Pertempuran 10 November 1945

Andy Satria • Jumat, 15 Mei 2026 | 10:36 WIB
Viaduk Gubeng Surabaya masih kokoh. Pernah jadi saksi sejarah pertempuran di Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Viaduk Gubeng Surabaya masih kokoh. Pernah jadi saksi sejarah pertempuran di Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Kota Surabaya memiliki banyak bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini. Salah satunya adalah Viaduk Gubeng yang berada di kawasan Gubeng. Bangunan peninggalan masa kolonial tersebut tidak hanya menjadi jalur penghubung, tetapi juga saksi perjuangan arek-arek Suroboyo saat pertempuran 10 November 1945.

Viaduk Gubeng dibangun sekitar tahun 1915. Lokasinya menghubungkan kawasan Gubeng sebelah timur dan barat. Sebelum viaduk berdiri, di lokasi tersebut hanya terdapat jalan setapak yang biasa dilalui masyarakat, delman, hingga penggembala kambing dan sapi.

Baca Juga: Kabar Gembira Fans Huntrix, KPop Demon Hunters Umumkan Tur Global 

Namun, setelah rel kereta api dibangun, jalan setapak itu terputus. Untuk menjaga keselamatan warga sekaligus mendukung aktivitas transportasi kereta api, pemerintah saat itu membangun viaduk yang melintas di atas jalan tersebut.

Pegiat Sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan mengatakan, pembangunan viaduk dilakukan agar aktivitas masyarakat dan perjalanan kereta api dapat berjalan aman tanpa saling mengganggu.

“Waktu itu pemerintah sangat mementingkan keselamatan masyarakat dan juga untuk transportasi darat,” ujarnya.

Di sisi barat viaduk masih terdapat tulisan angka tahun 1915 yang menandai awal pembangunan bangunan tersebut. Hingga kini, struktur viaduk masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu peninggalan sejarah di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Kebakaran RSUD Dr Soetomo: 1 Pasien Tewas, 1 Kritis, Diduga Akibat Korsleting!

Tidak hanya memiliki fungsi transportasi, Viaduk Gubeng juga memiliki nilai historis penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada pertempuran 10 November 1945, lokasi ini menjadi titik pertahanan strategis bagi arek-arek Suroboyo saat menghadang tentara sekutu.

Posisi viaduk yang lebih tinggi membuat pejuang mudah memantau pergerakan lawan. Bahkan, hingga kini masih terlihat bekas lubang peluru di bagian pagar viaduk yang menjadi jejak pertempuran heroik tersebut.

“Jadi, viaduk ini menjadi saksi bisu dalam pertempuran 10 November 1945. Pada pagarnya masih terdapat bekas-bekas lubang peluru,” tutur Nur Setiawan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#saksi sejarah #Viaduk Gubeng #arek suroboyo #10 November 1945 #pertempuran surabaya