Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

The Chung Sen Pendiri Jawa Pos Ternyata Juga Pendiri SMA Lian Huo di Undaan Wetan Surabaya

Lambertus Hurek • Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34 WIB
The Chung Sen pendiri koran Java Post (kemudian jadi Jawa Pos) dulu dikenal sebagai tokoh pendidikan Tionghoa di Surabaya. (IST)
The Chung Sen pendiri koran Java Post (kemudian jadi Jawa Pos) dulu dikenal sebagai tokoh pendidikan Tionghoa di Surabaya. (IST)

 

 

RADAR SURABAYA - Nama The Chung Sen selama ini lebih dikenal sebagai pendiri surat kabar Java Post yang kemudian berkembang menjadi Jawa Pos. Namun, di balik kiprahnya di dunia pers, tokoh Tionghoa Surabaya tersebut ternyata punya peranan besar dalam dunia pendidikan masyarakat Tionghoa di Kota Pahlawan.

Hal itu diungkapkan pemerhati masalah Tionghoa, Nouval Murzita, yang menelusuri berbagai sumber berbahasa Tionghoa mengenai sejarah pers dan komunitas Tionghoa di Indonesia.

 Menurut Nouval, The Chung Sen yang juga dikenal dengan nama Indonesia Suseno Tedjo mendirikan surat kabar berbahasa Tionghoa Hua Chiao Hsin-wen (華僑新聞) di Surabaya pada 1946. Tiga tahun kemudian, ia juga mendirikan Java Post pada 1949 yang kelak berkembang menjadi Jawa Pos.

Baca Juga: Mobile Gaming Kian Jadi Hiburan Harian, Higgs Games Island Ikuti Tren Digital

“Selama ini orang hanya mengenal The Chung Sen sebagai pendiri Jawa Pos. Padahal, setelah saya menelusuri sumber-sumber Tionghoa, ternyata perannya jauh lebih besar,” ujar Nouval.

Selain aktif di dunia pers, menurut Nouval, The Chung Sen ternyata juga merupakan pendiri sekaligus Ketua Yayasan SMA Lian Huo di Jalan Undaan Wetan Surabaya. Sekolah tersebut dikenal sebagai salah satu sekolah Tionghoa terbesar di Jawa Timur pada era pascakemerdekaan Indonesia, khususnya akhir 1940-an hingga 1958.

SMA Lian Huo diketahui berafiliasi dengan organisasi Kuomintang cabang Surabaya. Pada masa itu, sekolah-sekolah Tionghoa memainkan peran penting dalam pendidikan komunitas Tionghoa perantauan, sekaligus menjadi pusat aktivitas sosial dan kebudayaan.

Ia menyebut dua buku penting karya sejarawan Feng Aiqun (馮愛群), yakni Zhongguo Xinwen Shi (中國新聞史) atau Sejarah Pers Tiongkok yang terbit pada 1967 dan Huaqiao Baoye Shi (華僑報業史) atau Sejarah Pers Tionghoa Perantauan yang terbit pada 1976 di Taipei.

Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Bakal Segera Swasembada BBM setelah Swasembada Pangan

Kedua buku itu membahas secara rinci sejarah Hua Chiao Hsin-wen dan Java Post alias Djawa Post, mulai masa pendirian hingga akhir 1950-an. “Sayangnya, kedua buku itu saat ini hanya bisa diakses di Taipei,” kata Nouval.

Ia mengaku telah menghubungi tiga perpustakaan besar di Taipei untuk memperoleh salinan buku tersebut. Namun permintaannya ditolak karena koleksi hanya dapat diakses langsung di perpustakaan.

“Pihak perpustakaan menyampaikan bahwa apabila saya ingin membaca atau memperoleh salinan buku-buku tersebut, saya harus datang langsung ke Taipei,” ujarnya.

Menurut Nouval, kisah The Chung Sen menunjukkan bahwa sejarah masyarakat Tionghoa di Surabaya tidak hanya berkaitan dengan perdagangan dan bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam dunia pers, pendidikan, hingga dinamika politik pada masa awal kemerdekaan Indonesia. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Java Post #SMA Lian Huo #Lian Huo High School #The Chung Sen #jawa pos