RADAR SURABAYA - Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang selama ini diperingati setiap 31 Mei ternyata melalui proses panjang. Pemkot Surabaya pada tahun 1970-an mengubah HJKS sebelumnya yang jatuh setiap 1 April.
Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika, mengungkapkan bahwa perubahan tanggal tersebut dilakukan karena hari jadi sebelumnya dinilai tidak mencerminkan sejarah asli kota. Terlalu bernuansa kolonial Belanda.
Chrisyandi menjelaskan, awalnya Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Surabaya diperingati setiap 1 April, berdasarkan peresmian sebagai Gemeente Surabaya pada 1 April 1906 oleh pemerintah Belanda.
Baca Juga: Poster Film Bioskop Dulu Murni Lukisan Tangan, Andreanus Gunawan Kebanjiran Job Melukis
“Namun, tanggal ini dianggap berbau kolonial dan tidak sesuai dengan kenyataan sejarah,” ujar Chrisyandi.
Ia menjelaskan, Surabaya sebenarnya telah ada jauh sebelum masa kolonial. Bahkan, sejak zaman pemerintahan Prabu Kertanegara sekitar abad ke-13.
Perubahan ini digagas oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Raden Soekotjo Sastrodinoto (1921–1992), yang menjabat selama dua periode antara 1964 hingga 1974.
Pada 2 April 1973, Wali Kota Soekotjo menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota Kepala Daerah Kotamadya Surabaya Nomor 99/WK, yang kemudian diperkuat dengan Surat Keputusan Nomor 109/WK tertanggal 10 April 1973, untuk membentuk tim penelitian Hari Jadi Kota Surabaya.
Pembentukan tim ini didasarkan pada dua hal utama. Pertama, tanggal 1 April merupakan hari peresmian Surabaya sebagai Gemeente oleh pemerintah Belanda pada 1906.
Kedua, tanggal tersebut dinilai berbau kolonial dan tidak sesuai dengan fakta sejarah karena Surabaya sudah ada jauh sebelumnya, yakni sejak masa Prabu Kertanegara pada abad ke-13.
Tim penelitian ini beranggotakan 13 orang dan memulai kegiatannya dengan membentuk tiga panitia ad hoc. Dalam menjalankan tugasnya, tim menggunakan tiga metode penelitian, yaitu studi pustaka (library research), penelitian lapangan (field research), serta wawancara).
Tugas utama tim adalah merumuskan tanggal yang tepat sebagai Hari Jadi Kota Surabaya berdasarkan kajian sejarah yang komprehensif. (*)
Editor : Lambertus Hurek