Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Poster Film Bioskop Dulu Murni Lukisan Tangan, Andreanus Gunawan Kebanjiran Job Melukis

Rahmat Sudrajat • Selasa, 5 Mei 2026 | 16:27 WIB

Salah satu poster film lukisan Andreanus Gunawan di Surabaya. (IST)

Salah satu poster film lukisan Andreanus Gunawan di Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Puluhan tahun lalu poster film raksasa yang menghiasi bioskop di Surabaya bukanlah hasil cetak mesin, melainkan murni karya seni lukis tangan. Berbeda dengan zaman sekarang yang serbadigital, era 70-an hingga 90-an poster film dibuat di atas media kain dengan detail yang sangat presisi.

 Salah satu pembuat poster film tersebut adalah Andreanus Gunawan. Ia mulai menekuni profesi unik ini sejak 1972 saat masih duduk di bangku SMA kelas 2.

Baca Juga: Tiga Trafo Besar di Jalan Wonosari Lor Surabaya Ludes Terbakar

 “Awalnya tahun 1972 buat gambar iklan bioskop di koran. Karena dulu iklannya pakai gambar, jadi semuanya menggunakan tinta. Kalau langsung dari foto terus dicetak hasilnya gak bagus dan pecah-pecah, jadi harus digambar ulang,” ujar Andreanus, Selasa (5/5).

 Setelah mahir membuat ilustrasi untuk koran, pada 1973 Andreanus mulai dipercaya menggarap poster ukuran besar untuk dipajang di depan bioskop. Ia mengaku orderan datang terus-menerus, bahkan bisa mencapai satu hingga dua poster dalam sehari.

 “Gambar poster itu pesanannya dari produser atau pemilik film. Saya bikin sesuai contoh gambar yang dikasih, terus saya atur komposisi dan ukurannya,” jelasnya.

 Ukuran standar bioskop sekitar 5 x 2,5 meter. Dia bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu satu hari. Namun, untuk poster raksasa berukuran 12 x 6 meter, ia membutuhkan waktu 2-3 hari.

Baca Juga: Grand Inna Tunjungan Kembali Raih Best Tourism Attraction & Experience di Surabaya Tourism Award 2026

 Selama berkarya, tak terhitung ratusan poster film sudah ia hasilkan, mulai dari film layar lebar Hollywood hingga film nasional. Film-film legendaris seperti Dirty Tricks, Bing Slamet Merantau, hingga film horor klasik Beranak Dalam Kubur yang dibintangi Suzanna pernah menjadi karyanya.

 Poster-poster tersebut menghiasi bioskop-bioskop ikonik seperti Bioskop Arjuna di Jalan Embong Malang.

 “Kurang lebih 300 poster sudah saya buat dari film luar negeri dan Indonesia sendiri,” ungkapnya.

Seni melukis poster film ini perlahan mulai hilang memasuki tahun 2000-an. Menurut Andreanus, kepunahan ini bukan hanya karena hadirnya teknologi printing digital yang lebih cepat dan murah, tetapi juga karena perubahan konsep tempat hiburan.

 “Bubarnya karena teknologi sudah maju, terus bioskop juga mulai masuk ke dalam mall. Jadi ukuran posternya dibuat kecil-kecil dan dicetak mesin, tidak perlu lagi yang besar digambar tangan,” tuturnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#lukisan poster #pelukis poster #bioskop surabaya #andreanus gunawan #Poster Film