RADAR SURABAYA - Di kawasan Surabaya Selatan terdapat kampung dengan nama Pulo Wonokromo. Penamaan permukiman Pulo Wonokromo diduga dahulu berasal dari Pulau Wonokromo.
"Pulo Wonokromo adalah kampung di selatan jembatan Wonokromo. Ternyata asal kata Pulo adalah pulau. Sebuah daratan hasil endapan di tengah sungai (Kali Suroboyo)," ujar Pemerhati Sejarah Surabaya Kuncarsono Prasetyo kepada Radar Surabaya, Selasa (28/4).
Baca Juga: Peringati 22 Tahun Perjalanan, Sanggar Daun Gelar Pameran di Surabaya
Dijelaskan Kuncar, kawasan permukiman Pulo Wonokromo dahulu bukan sekadar pulau. Namun sebagai kubu pertahanan VOC. Hal itu berdasarkan peta yang diterbitkan pada tahun 1719 dengan format visual terbalik dengan judul arsip adalah "Peta Kamp di Wono Cromo dan penarikan kembali musuh".
"(Pulo Wonokromo) saat itu tidak ada satu rumah pun. Dari Keputran ke selatan lewat hutan dan tegalan bisa tembus Wonokromo. Di sini terdapat kubu-kubu pertahanan VOC. Meriam-meriam dipasang di pulau. Sementara terusan Kali Jagir belum dibuat," terangnya.
Ia menduga peta tersebut terkait peristiwa pemberontakan ke VOC oleh dua kadipaten di Surabaya yakni Kadipaten Kasepuhan yang dipimpin Adipati Jayapuspita dan Kadipaten Kanoman yang dipimpin Adipati Jangrana III. Keduanya sama-sama memberontak tahun 1718 seperti cerita Babad Tanah Jawi.
"Kalau lihat petanya begitu ya (Pulo Wonokromo) dahulu pulau. Pulaunya sekarang sesuai ukurannya dengan kampung Pulo wonokromo," ucapnya.
Mantan jurnalis surat kabar di Jawa Timur ini mengungkapkan, Jalan Pulo Wonokromo itu diduga bekas selat yang memisahkan pulau dari daratan.
"Kampung Pulo Wonokromo mulai ramai penduduk tahun 1960 an. Banyak urbanisasi dari desa akibat krisis ekonomi," tuturnya.
Saat ini Pulo Wonokromo menjadi kawasan permukiman padat penduduk. Sepanjang tepian sungai juga tidak ada lahan yang kosong dan semuanya menjadi permukiman. Kawasan ini berada persis di selatan Kali Surabaya. (*)
Editor : Lambertus Hurek