Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Toko Nam Surabaya Pernah Berjaya Sejak Zaman Belanda hingga 1980-an, Kini Tinggal Kenangan

Lambertus Hurek • Jumat, 24 April 2026 | 06:37 WIB
Bangunan Toko Nam tempo doeloe di pojokan Jalan Tunjungan dan Embong Malang, Surabaya. (IST)
Bangunan Toko Nam tempo doeloe di pojokan Jalan Tunjungan dan Embong Malang, Surabaya. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Toko Nam di Jalan Embong Malang 1 Surabaya sudah lama tinggal kenangan. Toko Nam disebut-sebut sebagai toko kelontong pertama di Surabaya sejak Hindia Belanda yang berlanjut hingga era tahun 1980-an.

Toko Nam pada saat itu telah memiliki layanan antar kepada pelanggan atau pembeli. Satu terobosan besar di eranya. Yaitu jasa antar barang.

Kali pertama Toko Nam menempati bangunan di pojokan Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang pada  1925. Toko Nam menempati gedung yang sebelumnya digunakan sebagai kantor De Fikkert Motorcar.

Baca Juga: Terbongkar! 19 Pegawai ESDM Jatim Kembalikan Rp707 Juta Uang Pungli Izin Tambang

Gedung ini berdiri di lokasi yang sangat strategis. Berada di pojokan Jalan Tunjungan dan Embong Malang. Kala itu  Tunjungan dan Embong Malang masih dua jalur sehingga Toko Nam sangat mencolok pengguna jalan yang menuju ke Jalan Tunjungan dan Embong Malang dari arah selatan.

Secara arsitektur, bangunannya unik dan menarik. Kaya ornamen dan bentuk. Bangunan ini dirancang bangun oleh arsitek Cor De Graff pada 1921. Dengan lokasi strategis dan arsitektur unik, gedungnya menarik perhatian masyarakat.

Dalam sepuluh tahun (1925 – 1935), Toko Nam berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan tempat yang lebih luas. Maka, Toko Nam pindah ke tempat baru di seberangnya (Embong Malang) pada 28 Oktober 1935 dan resmi bernama NV Handels Maatschappij Toko Nam, yang berdagang barang barang kelontong.

Baca Juga: Haji 2026: 4 Jam Sebelum Terbang, Pesawat Haji Embarkasi Surabaya Wajib Lolos Pemeriksaan Ketat

Secara arsitektur, bangunan Toko Nam ini tidak banyak ragam hias. Bentuknya terlihat sangat fungsional, mencerminkan ciri ciri arsitektur kolonial moderen antara 1938-1949-an.

Pada 1962 – 1989 Toko Nam mengalami masa masa jaya. Namun  tahun 1996-1997 Toko Nam mengalami kemunduran pesat. Ini seiring dengan kehadiran Tunjungan Plaza. Akhirnya tahun 2002, bangunan Toko Nam dibongkar dan didirikan Tunjungan Plaza 5. 

Toko Nam kini tinggal cerita nostalgia bagi generasi lama yang pernah menikmati salah satu toko legendaris tersebut.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#toko nam dibongkar #sejarah toko nam #tunjungan #embong malang #Toko Nam