
RADAR SURABAYA - Kantor pusat kepolisian di Surabaya dahulu sempat berpindah-pindah tempat sejak era kolonial. Mulai dari Jalan Gresik, Simpang, Baliwerti, dan Kebonrojo. Hingga akhirnya menempati kantor bekas Tangsi Jotangan yang kini dikenal sebagai Markas Polrestabes Surabaya di Jalan Sikatan Nomor 1, Surabaya.
Ketua Begandring Surabaya Achmad Zaki Yamani mengatakan, Surabaya berkembang menjadi pusat industri ekonomi, politik, perdagangan, dan pemerintahan sejak Hindia Belanda. Ini membutuhkan sistem kepolisian yang mampu menegakan hukum dan ketertiban serta keamanan.
Baca Juga: Diduga Dibunuh, Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Pragoto Surabaya
"Reformasi kepolisian Hindia-Belanda pada 1911 membawa babak baru perkembangan kepolisian di Surabaya yang lebih profesional berpendidikan dan terorganisasi dengan baik," ujarnya, Selasa (21/4).
Zaki menambahkan, kantor kepolisian di Surabaya pernah berada di Grisseesche Weg (Jalan Gresik). Kemudian sempat pindah ke Simpang tahun 1919 dan pernah berkantor di Baliwerti tahun 1922.
Pada tahun 1924 pindah ke bekas HBS atau kantor Pos Kebonrojo. “Kemudian pada tahun 1930 kantor besar Polisi di Surabaya pindah ke Kazerne Jotangan yang kemudian dikenal dengan Hoofdbureau van Politie te Soerabaia atau orang Surabaya mengenalnya dengan nama Hobiro," jelasnya.
Baca Juga: Dari Kartini untuk Bumi: BRI Berdayakan Perempuan Lewat Urban Farming Program BRInita
Hingga kini kantor Markas pusat Polisi di Surabaya berada di Jalan Sikatan dengan nama Markas Polrestabes Surabaya. (*)
Editor : Lambertus Hurek