RADAR SURABAYA – Kebiasaan tidur di dalam mobil dengan mesin dan AC menyala saat berhenti di rest area perlu diwaspadai. Aktivitas ini berisiko memicu keracunan gas berbahaya yang dapat mengancam keselamatan.
Sejumlah kasus menunjukkan pengemudi yang beristirahat di dalam mobil dengan mesin tetap menyala berpotensi terpapar Karbon Monoksida. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit dideteksi oleh indera manusia.
Baca Juga: Jangan Dipaksakan! Ini Solusi Aman Saat Mobil Bermasalah Usai Perjalanan Jauh
Karbon monoksida dapat masuk ke dalam kabin melalui celah ventilasi, terutama saat kendaraan dalam kondisi tertutup rapat. Paparan dalam waktu lama bisa menyebabkan pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran.
Dalam satu kondisi, paparan gas tersebut bahkan dapat berujung fatal, terutama saat seseorang tertidur dan tidak menyadari gejala awal yang muncul, sehingga risiko meningkat tanpa disadari.
Baca Juga: Ahli Gizi Unair Surabaya Ingatkan Perubahan Hormon saat Ramadan Perlu Diimbangi Tidur yang Teratur
Selain bahaya keracunan, menyalakan mesin terlalu lama saat kendaraan berhenti juga dapat memicu masalah lain seperti mesin panas berlebih hingga potensi kebakaran.
Di sisi lain, kondisi ini juga meningkatkan risiko keamanan, karena kendaraan yang ditinggalkan dalam keadaan menyala lebih rentan terhadap tindak kejahatan.
Baca Juga: Asal-usul Guling, dari Teman Tidur hingga Jadi Kebiasaan Masyarakat Indonesia
Para ahli menyarankan pengemudi untuk mematikan mesin saat beristirahat atau keluar dari kendaraan untuk menghirup udara segar. Jika perlu beristirahat lebih lama, disarankan mencari tempat yang aman dan memiliki sirkulasi udara baik. (naa/fir)
Editor : M Firman Syah