Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pasar Kupang Surabaya Sudah Ada Sejak 1920-an, Kini Cuma Ramai di Pinggir Jalan

M. Mahrus • Senin, 6 April 2026 | 11:45 WIB
Lokasi Pasar Kupang Surabaya kini menjadi toko emas dan lapak pedagang keperluan rumah tangga yang ada di pinggir jalan. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)
Lokasi Pasar Kupang Surabaya kini menjadi toko emas dan lapak pedagang keperluan rumah tangga yang ada di pinggir jalan. (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Pasar Kupang merupakan salah satu pasar tradisional kuno yang ada di kawasan Surabaya Selatan. Lokasinya ada di Jalan Diponegoro dan Jalan Pasar Kembang, Surabaya. Pasar ini sudah ada sejak era kolonial.

Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, Pasar Kupang diduga sudah ada sejak tahun 1920-an. Pasar tradisional tersebut dahulu cukup ramai digunakan aktivitas jual beli masyarakat Surabaya.

"Pasar Kupang merupakan pasar yang terbilang induk di kawasan Surabaya Selatan. Berbagai kebutuhan rumah tangga hingga sembako dijual di dalamnya," ujarnya kepada Radar Surabaya.

Baca Juga: Jadi Alternatif Destinasi Wisata, Wisata Perahu Kalimas Surabaya Ramai Saat Liburan

Yang unik, dahulu Pasar Kupang ini terletak di antara Makam Tionghoa. Sebab, di masa itu keberadaan wilayah Kupang merupakan pinggiran dari inti Kota Surabaya.

"Pasar Kupang ini terbilang ramai, masyarakat di sekitar (Kupang) kalau belanja di tempat tersebut. Bahkan, di awal tahun 1980-an dokar dan becak masih nampak terlihat ngetem di muka pasar," ungkapnya.

Dia melanjutkan, bisa dikatakan pasar Kupang adalah primadona pasar kala itu. Letaknya yang strategis menjadi jujukan masyarakat saat berbelanja. Namun, di masa kini pasar Kupang  terlupa dan tenggelam.

"Sampai tahun 2000-an awal mulai sepi. Sejak flyover dibangun. Kalau bekas bangunan pasar lama masih ada di dalam. Terbuat dari rangka (tiang) kayu," bebernya.

Baca Juga: Yamaha GEAR ULTIMA Hybrid Hadir dengan Warna dan Varian Terbaru, Dukung Mobilitas Keluarga Modern

Pria yang akrab disapa Wawan ini menuturkan, saat ini Pasar Kupang yang ramai hanya lapak dan toko di pinggir jalan. Mulai dari toko emas, penjual bunga, helm dan penjual peralatan rumah tangga lainnya.

Guntur, 50, salah satu pedagang helm di Pasar Kupang, menjelaskan bahwa di dalam pasar Kupang sudah tidak ada aktivitas. Aktivitas pedagang hanya ada di lapak luar atau depan pinggir jalan.

"Saya sudah 10 tahun jualan di sini. Dalam nggak ada aktivitas. Hanya di luar depan," ucapnya. (rus)

Editor : Lambertus Hurek
#pasar kupang surabaya #Makam Tionghoa #pasar tradisional #Dokar #Surabaya Tempo Dulu