Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Doa Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan Rasulullah, Amalan Mustajab di 10 Malam Terakhir Ramadan

Muhammad Firman Syah • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:31 WIB

Lailatul Qadar : Ilustrasi masjid dengan bulan sabit menghiasi langit malam Ramadan.
Lailatul Qadar : Ilustrasi masjid dengan bulan sabit menghiasi langit malam Ramadan.

RADAR SURABAYA – Malam Lailatul Qadar menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat Islam selama bulan Ramadan. Malam yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan ini diyakini penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT.

Karena keistimewaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Berbagai amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, hingga memperbanyak doa menjadi ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam-malam tersebut.

Doa menjadi sarana seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui doa, seorang muslim memohon ampunan, keberkahan, serta petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Keutamaan beribadah pada malam Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Keutamaan I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan, Momen Mendekatkan Diri dan Meraih Lailatul Qadar

Hadis tersebut menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan rahmat dari Allah SWT. Salah satu doa yang sangat dianjurkan dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah RA.

Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang menjumpai malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW kemudian mengajarkan doa berikut:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab latin:
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya:
“Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Baca Juga: Mengapa Lailatul Qadr Dirahasiakan? Ini Hikmah Besar di Balik Malam Paling Mulia di Ramadan

Hadis ini diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dari Aisyah RA yang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai malam Lailatul Qadar, doa apa yang harus aku baca?”

Rasulullah SAW menjawab, “Bacalah: Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.” (HR At-Tirmidzi).

Selain itu, terdapat pula riwayat lain dengan lafaz yang sedikit berbeda yang diriwayatkan oleh lima imam hadis selain Abu Dawud, yaitu:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab latin:
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Ini Ciri-ciri, Keistimewaan dan Cara Meraihnya

Artinya:
“Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemaaf. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Para ulama menjelaskan doa tersebut sangat dianjurkan karena berisi permohonan ampunan kepada Allah SWT, yang menjadi inti dari ibadah pada malam Lailatul Qadar.

Dengan memperbanyak doa, ibadah, serta amal kebaikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berharap dapat meraih keberkahan dan pengampunan dari Allah SWT pada malam yang penuh kemuliaan tersebut. (ida/fir)

 

Editor : M Firman Syah
#lailatul qadar #Amalan Mustajab #pahala #Ampunan Allah SWT #ramadan