Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Keutamaan I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan, Momen Mendekatkan Diri dan Meraih Lailatul Qadar

Muhammad Firman Syah • Minggu, 8 Maret 2026 | 13:54 WIB

 I’tikaf : Sejumlah umat Muslim berdiam diri dan beribadah di dalam masjid saat menjalankan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
I’tikaf : Sejumlah umat Muslim berdiam diri dan beribadah di dalam masjid saat menjalankan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

RADAR SURABAYA – Bulan Ramadan dikenal sebagai waktu penuh keberkahan dan ampunan bagi umat Islam. Pada bulan suci ini, umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah, mulai dari berpuasa, bersedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan, adalah i’tikaf. Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah.

Secara sederhana, i’tikaf berarti menetap di dalam masjid untuk memusatkan diri sepenuhnya pada ibadah. Aktivitas ini tidak sekadar tinggal di masjid, tetapi juga mengurangi kegiatan duniawi agar lebih fokus pada salat, zikir, membaca Al-Qur’an, serta berdoa.

Amalan i’tikaf telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad yang rutin melaksanakannya pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Tujuannya adalah memaksimalkan ibadah sekaligus mencari malam Lailatul Qadar yang diyakini memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.

Baca Juga: Mengapa Lailatul Qadr Dirahasiakan? Ini Hikmah Besar di Balik Malam Paling Mulia di Ramadan

Mendekatkan Diri kepada Allah

Salah satu keutamaan utama i’tikaf adalah menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang disibukkan oleh pekerjaan, urusan keluarga, maupun berbagai aktivitas lainnya.

Melalui i’tikaf, seseorang memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas tersebut dan memfokuskan diri sepenuhnya pada ibadah.

Selama menjalankan i’tikaf, seorang Muslim biasanya memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Suasana masjid yang tenang membuat hati lebih khusyuk dan pikiran lebih terarah dalam beribadah.

Meningkatkan Keimanan

I’tikaf juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan. Ketika seseorang meluangkan waktu khusus untuk beribadah secara intensif, ia sedang melatih kesungguhan dan konsistensi dalam menjalankan perintah Allah.

Lingkungan masjid yang dipenuhi jemaah yang juga beribadah turut menciptakan suasana yang saling mendukung. Tidak jarang, kegiatan i’tikaf juga diisi dengan kajian keagamaan yang menambah wawasan keislaman.

Baca Juga: Malam Lailatul Qadar: Ini Ciri-ciri, Keistimewaan dan Cara Meraihnya

Momentum Memohon Ampunan

Ramadan dikenal sebagai bulan penuh pengampunan. Karena itu, i’tikaf menjadi momen yang tepat untuk memperbanyak istighfar serta melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Dalam suasana masjid yang tenang, seseorang dapat merenungkan perjalanan hidupnya, menyadari kesalahan yang pernah dilakukan, serta bertekad memperbaiki diri di masa mendatang.

Peluang Meraih Lailatul Qadar

I’tikaf juga memberi peluang besar untuk meraih malam Lailatul Qadar. Malam ini memiliki keutamaan luar biasa karena pahala ibadah yang dilakukan pada malam tersebut dilipatgandakan.

Dengan mengisi sepuluh malam terakhir Ramadan di masjid, peluang untuk menjumpai Lailatul Qadar menjadi semakin besar. Banyak umat Muslim memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa.

Baca Juga: HIKMAH RAMADAN: Tingkatkah Ibadah untuk Mendapat Lailatul Qadar

Melatih Disiplin dan Refleksi Diri

Selain itu, i’tikaf juga melatih kedisiplinan dalam beribadah. Selama berada di masjid, seseorang terbiasa mengatur waktunya untuk salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai ibadah lainnya secara teratur.

Di sisi lain, i’tikaf juga menjadi momen refleksi diri yang mendalam. Dalam kesunyian masjid, seseorang dapat mengevaluasi hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.

Dari refleksi tersebut sering muncul dorongan untuk melakukan lebih banyak kebaikan, seperti memperbanyak sedekah, membantu sesama, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#lailatul qadar #I'tikaf #Ibadah di Masjid #malam kemuliaan #ramadan