RADAR SURABAYA- Memasuki malam ke-16 Ramadan, pembahasan mengenai fadhilah tarawih kembali merujuk pada Kitab Durrotun Nasihin. Dalam literatur tersebut disebutkan adanya keistimewaan khusus bagi mereka yang menunaikan tarawih pada malam keenam belas.
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةَ عَشَرَةَ كَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَةَ النَّجَاةِ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةَ الدُّخُوْلِ مِنَ الْجَنَّةِ
Artinya: “Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.”
Isi teks tersebut memuat dua jaminan sekaligus, yakni keselamatan dari api neraka serta kebebasan untuk masuk surga. Dalam tradisi pengajian Ramadan, bagian ini sering dibacakan sebagai motivasi untuk menjaga ibadah di pertengahan bulan.
Durrotun Nasihin dikenal sebagai kitab nasihat yang berisi kisah hikmah dan uraian keutamaan amal. Penjelasan mengenai tarawih di setiap malam menjadi salah satu bagian yang banyak dikutip di berbagai majelis.
Sejumlah kalangan juga mengingatkan bahwa riwayat mengenai fadhilah tiap malam tarawih perlu dicermati dari sisi sanad dan kualitas hadisnya. Namun secara praktik, teks tersebut tetap menjadi rujukan yang populer di tengah masyarakat. (fid/fir)
Editor : M Firman Syah