Radar Surabaya - Memasuki malam kedelapan Ramadhan, sebagian umat Islam mengenal adanya keutamaan khusus yang dikaitkan dengan pelaksanaan sholat tarawih. Fadhilah tersebut tertuang dalam kitab Durratun Nasihin karya Syaikh Utsman ibn Hasan Al-Khubawi.
Dalam keterangan kitab itu disebutkan, tarawih pada malam ke-8 diibaratkan memperoleh anugerah sebagaimana yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مَا اَعْطَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ
Artinya: “Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.”
Nabi Ibrahim AS dalam sejarah kenabian dikenal sebagai sosok yang mendapat berbagai keutamaan, mulai dari keteguhan iman hingga kedudukan mulia sebagai khalilullah. Perumpamaan tersebut menjadi gambaran besarnya nilai ibadah yang dilekatkan pada malam kedelapan.
Fadhilah ini disampaikan dalam literatur klasik sebagai bentuk dorongan untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah tarawih. (fid/fir)
Editor : M Firman Syah