Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

10 Hari Pertama Ramadan, Saatnya Perbanyak Dzikir, Ini Bacaan dan Keutamaannya

Muhammad Firman Syah • Rabu, 25 Februari 2026 | 10:13 WIB

 Khusyuk : Umat Muslim memperbanyak dzikir dan doa pada sepuluh hari pertama Ramadan yang dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT.
Khusyuk : Umat Muslim memperbanyak dzikir dan doa pada sepuluh hari pertama Ramadan yang dikenal sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT.

RADAR SURABAYA – Sepuluh hari pertama Ramadan menjadi fase penuh rahmat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada periode ini, Allah SWT melimpahkan kasih sayang-Nya kepada hamba yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah dzikir, yakni mengingat Allah dalam setiap kesempatan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya.”

Baca Juga: Perbanyak Dzikir dan Doa, Raih Ketenangan Jiwa di Bulan Ramadhan

Dzikir bukan amalan berat. Ia dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja—usai salat, saat bekerja, beristirahat, hingga menjelang berbuka. Meski ringan di lisan, dzikir memiliki pahala besar dan memberi dampak luar biasa bagi ketenangan jiwa.

Dalam hadis riwayat Sahih Muslim disebutkan:

"Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka dikelilingi malaikat, diliputi rahmat, diturunkan ketenangan kepada mereka, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya."

Hadis tersebut menegaskan besarnya keutamaan dzikir, terlebih di bulan suci Ramadan.

Bacaan Dzikir 10 Hari Pertama Ramadan

Mengacu pada Al-Adzkar karya Imam Nawawi, serta berbagai literatur lainnya, berikut bacaan dzikir yang dapat diamalkan:

1. Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Laa ilaaha illa Allaahu
Artinya: "Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."

2. Tahlil Lengkap
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر
Latin: Laa ilaaha illa Allaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qadiir
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

3. Tasbih
سُبْحَانَ اللَّهِ
Latin: Subhaanallah
Artinya: "Maha Suci Allah."

4. Tahmid
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."

5. Takbir
اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar."

6. Istighfar
أَسْتَغْفِرُ الله
Latin: Astaghfirullah
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."

Baca Juga: Bersama Ribuan Warga Jatim Khofifah-Emil Dzikir dan Sholawat di Hari Terakhir Kampanye

7. Empat Kalimat Utama
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhaanallah, wal hamdu lillaah, wa laa ilaaha illa Allah, wallaahu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."

8. Tasbih Pujian
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaanallah wa bihamdihi
Artinya: "Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya."

9. Tasbih Agung
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ
Latin: Subhaanallah wa bihamdihi, subhaanallaahil 'adzhiim
Artinya: "Maha Suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya, Maha Suci Allah lagi Maha Agung."

Dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, dua kalimat ini disebut ringan diucapkan, berat dalam timbangan, serta dicintai Allah SWT. Membacanya 100 kali sehari dapat menghapus dosa meski sebanyak buih di lautan.

10. Dzikir Kerelaan Iman
رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبّاً، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنَا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَسُولاً
Latin: Radhiitu billaahi rabba, wa bil islaami diinan, wa bi muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama rasuulan
Artinya: "Aku rela Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai rasulku."

Baca Juga: Puluhan Ribu Masyarakat Ikuti Dzikir dan Sholawat Habib Syech di Grahadi

Ulama Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam Al Wabilush Shoyyib menjelaskan, dzikir bukan sekadar amalan lisan, melainkan ibadah yang menghidupkan hati. Manfaatnya antara lain menjadi benteng dari godaan setan, mendatangkan ridha Allah, menghilangkan kegelisahan, menenangkan jiwa, hingga membuka pintu rezeki.

Ramadan menjadi momentum terbaik membiasakan dzikir dalam kehidupan sehari-hari. Sepuluh hari pertama yang penuh rahmat adalah waktu tepat memperbanyak amalan agar hati semakin dekat dan cinta kepada Allah SWT. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#allah #tahlil #ramadan #keutamaan dzikir #dzikir