Radar Surabaya - Keutamaan shalat tarawih pada malam ke-3 Ramadhan disebutkan dalam kitab Durratun Nashihin. Dalam kitab tersebut dijelaskan adanya seruan istimewa dari malaikat di bawah ‘Arasy kepada orang yang melaksanakan tarawih.
Sebagaimana dikutip:
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ يُنَادِيْ مَلَكٌ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ اِسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ
Artinya: Pada malam ketiga, malaikat di bawah ‘Arasy berseru, “Mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.”
Seruan tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk memulai kembali amal dengan kesungguhan. Ramadhan tidak hanya dipahami sebagai bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas ibadah serta memperbanyak kebaikan sosial.
Makna ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Az-Zumar ayat 53 yang menegaskan agar hamba tidak berputus asa dari rahmat-Nya, karena Allah akan mengampuni dosa-dosa semua hambanya asalkan ia mau bertaubat.
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ٥٣
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Keutamaan malam ketiga menunjukkan bahwa setelah ampunan diberikan, seorang Muslim didorong untuk melanjutkan perjalanan ibadah dengan komitmen yang lebih kuat. (fid/fir)
Editor : M Firman Syah