Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tadarus Al Quran di Bulan Ramadhan dan Keutamaannya, Pahala Berlipat, Hati Makin Khusyuk

Muhammad Firman Syah • Jumat, 20 Februari 2026 | 08:13 WIB
Khidmat : Sejumlah orang duduk melingkar membaca Al Quran saat kegiatan tadarus di dalam masjid.
Khidmat : Sejumlah orang duduk melingkar membaca Al Quran saat kegiatan tadarus di dalam masjid.

RADAR SURABAYA – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah semangat menjalankan puasa, salah satu amalan yang paling banyak dilakukan adalah tadarus Al Quran.

Tradisi membaca kitab suci ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Bagi banyak Muslim, tadarus menjadi sarana memperdalam pemahaman agama sekaligus memperbanyak amal kebaikan. Terlebih di bulan Ramadhan, setiap huruf yang dibaca diyakini bernilai pahala berlipat ganda.

Secara bahasa, tadarus berasal dari kata “darasa” yang berarti mempelajari, menelaah, dan mengambil pelajaran. Dalam kaidah nahwu, kata tersebut mengikuti wazan tafa’ul yang menunjukkan aktivitas dilakukan bersama-sama. Karena itu, tadarus identik dengan kegiatan membaca dan mengkaji Al Quran secara kolektif, biasanya di masjid, musala, atau rumah, dilakukan berulang-ulang hingga khatam.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, tadarus dilakukan dengan beragam cara. Ada yang membaca hingga khatam, ada yang sambil menghafal, dan ada pula yang mendalami makna setiap ayatnya. Hal itu menunjukkan bahwa tadarus bukan hanya aktivitas membaca, tetapi juga memahami serta mengamalkan ajaran Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Selama Ramadhan, semangat bertadarus semakin terasa. Usai salat tarawih, jamaah biasanya membentuk kelompok-kelompok kecil untuk membaca Al Quran secara bergiliran. Suasana khusyuk dan kebersamaan itu menjadi ciri khas Ramadhan di berbagai daerah.

Tadarus memiliki banyak keutamaan. Pertama, setiap huruf yang dibaca akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Di bulan Ramadhan, pahala tersebut diyakini dilipatgandakan. Kedua, Al Quran akan menjadi pemberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat.

Selain pahala ukhrawi, manfaatnya juga dirasakan secara psikologis. Membaca Al Quran dapat menenangkan hati dan pikiran, mengurangi kecemasan, serta menghadirkan rasa damai. Dari sisi keilmuan, memahami kandungan ayat-ayatnya membantu menambah wawasan tentang ajaran Islam sekaligus memperkuat kualitas iman.

Tak hanya berdampak secara personal, tadarus berjamaah juga mempererat tali silaturahmi. Interaksi antar jamaah saat membaca dan saling menyimak menciptakan kebersamaan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kemampuan membaca dengan tajwid yang benar pun semakin terasah melalui kegiatan rutin ini.

Dengan berbagai manfaat tersebut, tadarus menjadi salah satu amalan yang sulit dipisahkan dari Ramadhan. Bukan sekadar membaca, tetapi juga momentum membangun kedekatan spiritual, memperkuat persaudaraan, dan menebar keberkahan bagi kehidupan dunia maupun akhirat. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#Bulan Ramadhan #ibadah puasa #rutinitas #salat tarawih #tadarus Al Qur an