RADAR SURABAYA - Kota Surabaya memiliki banyak perpustakaan yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satunya adalah perpustakaan Bank Indonesia, yang berada di Jalan Raya Darmo.
Perpustakaan estetik dengan bangunan khas kolonial tersebut l, dikelola langsung oleh Bank Indonesia Wilayah IV Jawa Timur.
Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, gedung perpustakaan tersebut pada awalnya adalah rumah dinas pejabat De Javasche Bank yang berada di wilayah Jatim.
"Gedung ini dibangun pada sekitar tahun 1920an oleh arsitek lokal Hindia Belanda, sebagai fasilitas pejabat perbankan kala itu," jelas Nur Setiawan.
Memiliki letak yang strategis karena diapit dua jalan utama Surabaya, yakni Jalan Raya Darmo dan Jalan Diponegoro, membuat gedung ini sangat mudah ditemukan. Ditambah lagi memiliki bangunan khas kolonial, yang mencuri pandangan.
Wawan sapaan akrab Nur Setiawan memaparkan bahwa setelah Indonesia merdeka, gedung rumah dinas tersebut kosong.
Dan kembali difungsikan menjadi sebuah museum yang bernama Museum Mpu Tantular yang dikelola oleh Pemprov Jatim
"Sekarang museum Mpu Tantular dipindahkan ke Sidoarjo, lalu setelah itu berdiri perpustakaan Bank Indonesia," ujar Wawan.
Gedung yang ditetapkan sebagian bangunan Cagar Budaya tersebut, memiliki jam operasional mulai hari Senin sampai Sabtu, pukul 08.00–16.30 WIB.
"Tempat ini tak hanya sekedar ruang literasi namun juga sebagai sarana berkegiatan bagi anak-anak muda atau siapapun yg ingin berbagi ilmu maupun karya bagi masyarakat secara luas. Dan merupakan sebuah warisan sejarah yang harus dilestarikan hingga kelak nanti," pungkas Wawan. (sam)
Editor : Nofilawati Anisa