RADAR SURABAYA - Patung Suro dan Boyo yang ada di depan Kebun Binatang Surabaya (KBS) Jalan Diponegoro, Wonokromo, Surabaya, merupakan salah satu patung yang menjadi ikon Kota Pahlawan.
Patung Suro dan Boyo ini menjadi lambang kebesaran Kota Surabaya.
Setiap harinya di depan patung ini tak pernah sepi digunakan foto oleh pengunjung KBS atau wisatawan yang datang ke Kota Pahlawan.
Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengatakan, patung Suro dan Boyo di depan KBS sebetulnya bukan sekedar patung biasa.
Namun sebagai landmark Kota Surabaya yang saat itu dicanangkan sebagai kota pariwisata di Jawa Timur.
"Pendirian patung tersebut pada tahun 1988, saat Wali Kota Surabaya dijabat oleh Pak Purnomo Kasidi. Beberapa sesepuh Surabaya menduga bahwa inisiator pembangunan patung itu adalah Pak Purnomo, yang saat itu Surabaya sedang gencar melakukan penghijauan dengan melakukan penanaman massal pohon angsana," ujarnya kepada Radar Surabaya, Jumat (23/1).
Pria yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan, perupa dari patung Suro dan Boyo itu adalah Sigit, seorang seniman patung yang banyak melakukan aktivitas keseniannya di Jawa Timur.
Sementara arsiteknya adalah Sutomo Kusnadi, seorang insinyur lokal.
"Selain sebagai landmark atau tetenger, patung Suro dan Boyo itu juga sebagai perlambang kebesaran Kota Pahlawan, dimana dahulu kawasan ini sudah eksis sejak zaman Majapahit hingga era kemerdekaan," terangnya.
Ia melanjutkan, monumen ikan suro dan hewan reptil buaya bergelut dengan hiasan rumput air itu adalah perlambang masyarakat pesisir yang mempunyai tekad kuat dalam melakukan aktivitas maupun mewujudkan cita-citanya.
"Supaya masyarakat yang lewat di depannya bisa meresapi kebesaran kota ini yang dibangun dengan cucuran keringat atau darah untuk pengorbanan dari masa lampau untuk masa depan," tuturnya. Selain di depan KBS, patung Suro dan Boyo juga dibangun di area Skate dan BMX Park Surabaya dan area Taman Surabaya atau bibir pantai Kenjeran Surabaya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa