RADAR SURABAYA - Kolam renang Brantas yang terletak di Jalan Irian Barat, Surabaya, dahulu pernah menjadi primadona bagi kalangan bangsa Eropa ketika Belanda menduduki kota ini.
Bangunan yang kini masuk dalam daftar cagar budaya Surabaya ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat kala itu.
Apalagi pada masa itu, anak-anak bangsa Eropa wajib mampu berenang, sehingga orang tua mereka sering melatih anak-anaknya di kolam renang tersebut.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Wawan ini menjelaskan bahwa kolam tersebut memiliki arsitektur yang mengikuti gaya art deco yang tengah berkembang di negara-negara Barat kala itu.
"Sehingga tampak megah di zamannya," imbuh Wawan.
Di sekitar kolam renang Brantas juga merupakan kawasan perumahan elit milik warga Eropa.
Pada masa itu, warga pribumi tidak diperkenankan untuk berenang di sana, baik karena faktor harga tiket yang mahal maupun perbedaan kasta.
"Peruntukan kolam renang itu hanya untuk warga Eropa, pribumi tidak ada yang berenang di kolam itu," terangnya.
Baca Juga: Old Trafford Membara! Manchester United vs Manchester City, Siapa Penguasa Kota?
Sayangnya, kolam renang Brantas yang memiliki nilai sejarah tinggi itu harus berhenti beroperasi pada tanggal 28 Juli 2003 akibat sengketa. (rmt/opi)