Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tay Kong Siang Poo, Koran Mandarin Pernah Berjaya di Surabaya

Lambertus Hurek • Jumat, 16 Januari 2026 | 09:34 WIB
EKSEMPLAR: Lembaran koran berbahasa Mandarin Tay Kong Siang Poo yang pernah Berjaya di Surabaya.
EKSEMPLAR: Lembaran koran berbahasa Mandarin Tay Kong Siang Poo yang pernah Berjaya di Surabaya.

RADAR SURABAYA - Surabaya pernah menjadi pusat penting pers Tionghoa di Jawa Timur.

Koran Tay Kong Siang Poo yang dulu berkantor di Jalan Panggung III nomor 11–15 Surabaya, tercatat sebagai surat kabar Mandarin dengan oplah terbesar di Jawa Timur.

Peneliti masalah Tionghoa, Nouval Murzita, menyebut Tay Kong Siang Poo memiliki peran besar dalam membentuk wacana sosial, politik, dan pendidikan komunitas Tionghoa sejak dekade 1920-an hingga 1965.

Pada puncak kejayaannya, terutama pada 1950-an hingga awal 1960-an, oplah harian surat kabar ini diperkirakan mencapai 25 ribu eksemplar per hari.

“Jika komunitas Tionghoa Jakarta memiliki Seng Hwo Pao, maka Surabaya memiliki Tay Kong Siang Poo,” ujar Nouval Murzita.

Pemimpin Redaksi Tay Kong Siang Poo adalah Tjiong Sik Tjhong. Ia didampingi sang istri, Njonja Liem Siok Tjauw, yang turut aktif dalam dinamika pers dan sosial komunitas Tionghoa.

Pada masa itu, Tay Kong Siang Poo kerap berseberangan dengan Tsing Kwang Daily Press, surat kabar yang berafiliasi dengan organisasi Kuomintang di Surabaya.

Salah satu polemik yang mencuat adalah pemberitaan Tsing Kwang Daily Press yang menyerukan agar pemerintah Indonesia mengambil tindakan terhadap kaum Komunis Tionghoa dengan mencontoh kebijakan di Singapura.

Meski memiliki pengaruh besar, nama Tay Kong Siang Poo nyaris hilang dari ingatan warga Surabaya dan Jawa Timur.

Menurut Nouval, penghapusan ini tidak terlepas dari konteks politik Perang Dingin di Indonesia pada era 1950–1960-an.

Tay Kong Siang Poo kemudian dikaitkan dengan ideologi komunis di tengah kerasnya persaingan kelompok Tionghoa pro-Tiongkok, pro-Taiwan, dan pro-Indonesia.

Menurut Nouval, banyak pihak memilih menjauh dan menghapus jejak keterkaitan dengan media serta tokoh yang dianggap berseberangan secara ideologis.

Bahkan, Tay Kong Siang Poo praktis tersingkir dari penulisan sejarah pers Tionghoa di Jawa Timur. (rek)

Editor : Nofilawati Anisa
#bahasa mandarin #surabaya #tionghoa #eksemplar #Tay Kong Siang Poo #koran #komunitas #Nouval Murzita