RADAR SURABAYA - Jauh sebelum istilah smart city atau kota berkelanjutan populer seperti hari ini, Surabaya ternyata telah lebih dulu menaruh perhatian serius pada kebersihan dan kesehatan warganya.
Catatan sejarah menunjukkan, Dinas Kebersihan pertama kali dibentuk di Surabaya pada era kolonial, sekitar tahun 1916. Berarti usianya sudah 110 tahun.
Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, menuturkan, lembaga tersebut bernama Hygienische Dienst. Yaitu sebuah dinas kebersihan yang berada di bawah naungan Inspektur Kesehatan Rakyat (Dienst der Volksgezondheid).
“Sekitar tahun 1916, Pemerintah Surabaya membentuk Dinas Kebersihan atau Hygienische Dienst, mirip dengan yang lebih dulu ada di Batavia pada 1913,” jelas Nur Setiawan, Rabu (7/1).
Pembentukan dinas ini bukan tanpa alasan. Pada awal abad ke-20, Pulau Jawa masih dihantui berbagai wabah penyakit mematikan seperti kolera, pes, hingga malaria.
Surabaya, yang kala itu menjadi salah satu kota dengan jumlah penduduk terbanyak—bahkan sempat melampaui Batavia—menghadapi tantangan besar dalam menjaga kesehatan publik.
Menariknya, tugas Hygienische Dienst tidak hanya sebatas urusan administrasi kebersihan. Dinas ini menjalankan fungsi yang terbilang maju untuk zamannya, mulai dari pengumpulan data kesehatan, penelitian, hingga penyelidikan penyakit menular demi menemukan cara paling efektif memberantas wabah.
“Pemerintah Surabaya saat itu tidak hanya mengurus administrasi kota, tapi juga memantau pola hidup masyarakat. Kebersihan dan kesehatan publik menjadi perhatian utama,” terang sejarawan yang akrab disapa Wawan.
Upaya tersebut dilakukan secara langsung menyentuh masyarakat. Staf Hygienische Dienst melibatkan mantri Jawa hingga dokter Eropa untuk turun ke lapangan, memberikan penyuluhan kesehatan, hingga pengobatan dari rumah ke rumah, baik di loji-loji milik orang Eropa maupun perkampungan warga Surabaya yang tersebar luas.
Kesadaran akan pentingnya kebersihan ini menjadi fondasi awal wajah Surabaya sebagai kota modern.
Dalam konteks otonomi kota pada masa itu, perhatian terhadap kesehatan publik merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kotapraja untuk menjaga keberlangsungan hidup warganya.
Lebih dari satu abad berselang, jejak Hygienische Dienst menjadi pengingat bahwa semangat menjaga kebersihan dan kesehatan warga telah mengalir lama dalam denyut sejarah Surabaya, jauh sebelum armada kebersihan modern dan sistem pengelolaan kota berkembang seperti sekarang. (dim/opi)
Editor : Nofilawati Anisa