RADAR SURABAYA - Komandan TKR Gajah Mada Mayor Hasanoedin Sidik merupakan sosok guru dan pejuang.
Pria kelahiran Sijunjung, Sumatera Barat, itu, gugur saat pertempuran di Jembatan Sepanjang.
Sidik gugur karena terkena ledakan bom yang dipasang di Jembatan Sepanjang untuk mencegah pasukan Inggris masuk ke Sepanjang Sidoarjo melalui jembatan Sepanjang.
Ketua Begandring Seorabaia Achmad Zaki Yamani mengatakan, nama Mayor Hasanoedin Sidik tidak banyak orang tahu. Namun pengorbanannya sangat luar biasa.
"Atas aksinya tentara Inggris tidak bisa menguasai jembatan Sepanjang yang menjadi penghubung dua wilayah yang sangat stategis, yaitu Surabaya dan Sidoarjo pada 29 November 1945," ujarnya.
Ia menambahkan, Hasanoedin Sidik adalah seorang guru yang memimpin murid- murid dari Kogyo Senmon Gakko atau Sekolah Menengah Tinggi Teknik Surabaya yang saat ini menjadi SMKN 2 Surabaya dalam satu kesatuan tempur yang bernama Pasukan TKR Teknik Gajah Mada.
"Kita patut mengenang Mayor Hasanudin Sidik sebagai pahlawan batas kota, sang martir Jembatan Sepanjang," ucapnya.
Dijelaskan Zaki, Hasanoedin Sidik gugur saat menyambul kabel bom yang putus terkena kaki pengungsi.
Dia saat itu berlari sambil mengurutkan kabel menuju ke jembatan dan akhirnya menemukan kabel yang putus.
"Tanpa sadar bahwa kabel telah teraliri listrik maka beliau menyambung kabel tersebut, maka ledakan besar terjadi, sisi selatan jembatan Sepanjang hancur tak dapat dilalui oleh Inggris, namun Mayor Hasanoedin Sidik turut gugur sebagai martir pada 29 November 1945," tandasnya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa