Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jembatan Petekan Surabaya, Infrastruktur Modern Era Kolonial

Nofilawati Anisa • Minggu, 4 Januari 2026 | 07:50 WIB

 

MELENGGANG: Sejumlah kendaraan melewati samping Jembatan Petekan Surabaya.
MELENGGANG: Sejumlah kendaraan melewati samping Jembatan Petekan Surabaya.

RADAR SURABAYA - Jembatan Petekan yang berada di Jalan Kalimas Baru, Surabaya, merupakan salah satu infrastruktur warisan era kolonial.

Ketika masih beroperasi, Jembatan Petekan dioperasikan secara mekanis.

Ketika ada kapal besar lewat jembatan akan diangkat dengan bantuan roda gigi dan tuas.

Lalu diturunkan lagi setelah kapal lewat agar kendaraan darat bisa melintas.

Mengandalkan sistem hidrolik atau mesin pada masanya untuk mengangkat konstruksinya.

Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, pada masa Hindia Belanda jembatan ini bernama Ferwerda Brug.

Yang konstruksinya dibangun oleh perusahaan NV Machinefabriek Bratt di Jalan Ngagel.

Lalu, berganti nama menjadi PT Barata karena karena nasionalisasi pada era Presiden Soekarno.

"Jembatan Petekan mungkin asing bagi masyarakat Surabaya di era modern ini, namun jembatan tersebut sudah ada sejak jaman kolonial dan merupakan bagian dari infrastruktur pembangunan kota ini. Nama aslinya Ferwerda Brug," ujar Nur Setiawan.

Wawan, sapaan akrab Nur Setiawan menjelaskan bahwa Ferwerda Brug atau Jembatan Petekan ini didirikan pada tahun 1939.

"Fungsi awalnya memang sebagai penghubung kawasan Kalimas Barat dan Kalimas Timur, akan tetapi jembatan tersebut bisa dibuka agar kapal yang masuk ke selatan Sungai Kalimas masih bisa melalui perairan itu," jelas Wawan.

Ferwerda Brug lebih dikenal dengan Jembatan Petekan karena cara pengoperasiannya dipencet (Petekan dalam bahasa Jawa) pada bagian tombol, untuk membuka dan menutup jembatan.

"Maka dari itu orang Surabaya pada masa lalu menjuluki jembatan Ferwerda dengan sebutan Petekan, maksudnya jembatan yg bisa dibuka dengan cara dipencet," jelas Wawan. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #Sungai Kalimas Surabaya #sistem hidrolik #era kolonial #hindia belanda #jembatan petekan #infrastruktur modern