RADAR SURABAYA - Jalan Jagir, Wonokromo Surabaya merupakan salah satu jalan yang ramai dan menjadi penghubung daerah di Surabaya Selatan.
Jalan yang membentang di pinggir sungai Jagir ini diperkirakan sudah ada sejak era kolonial.
"Kalau Jalan Jagir sebetulnya jalan kecil yang awalnya hanya sebuah jalan setapak," ujar Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan.
Nur menjelaskan, sungai Jagir yang mengarah ke timur laut juga awalnya bukan sungai besar tetapi rawa-rawa yang direstruktur oleh pemerintah kolonial di abad 19 sebagai bentuk mitigasi bencana banjir.
"Termasuk dengan dibangunnya dam (pintu) air Jagir sebagai pengontrol debit air," terangnya.
Pria yang akrab disapa Wawan ini menuturkan, keberadaan Jalan Jagir tentu sudah ada sejak zaman kolonial yang awalnya jalan setapak dikembangkan menjadi jalan besar.
"Jalan tersebut dapat menghubungkan beberapa desa (kecamatan) pada kala itu. Dan sarana pengembangan jalan Jagir ini menjadi begitu penting karena perkembangan kota Surabaya yang tadinya di utara (down town) lalu mengarah ke selatan, yang meliputi kawasan Wonokromo-Jagir," bebernya.
Kawasan tersebut diduga sudah ramai di masa kolonial. Pasar Wonokromo yang terletak tak jauh dari Dam Jagir juga sudah berdiri.
"Jalan Jagir pun menjadi bagian dari denyut perdagangan pasar Wonokromo tempo dulu, termasuk dengan adanya stasiun kereta dan lainnya. Keberadaan jalan Jagir tak bisa dilepaskan dari dua pilar tadi, pilar ekonomi dan pembangunan," pungkasnya. (rus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa