RADAR SURABAYA - Penyebaran agama Kristen di Surabaya dimulai pada tahun 1811 ketika seorang pria berkebangsaan Jerman bernama Johanes Emde menginjakkan kaki di Surabaya.
Emde bekerja sebagai mekanik pembuat jam dan arloji sebelum kemudian membangun kehidupan baru di Surabaya.
Lebih lanjut Nur menjelaskan dengan berbekal Alkitab berbahasa Jawa yang diterjemahkan dan ditulis oleh pendeta Bruckner, Johanes bersama keluarga mulai memperkenalkan ajaran Kristen kepada masyarakat pribumi.
"Perjalanan penyebarannya kemudian mencapai tonggak penting pada tahun 1926," ujarnya.
Tahun 1926 keluarga Johanes mengenalkan Kristen kepada pribumi bernama Midah. Midah adalah orang Madura yang dijumpai di Pasar Pegirian.
"Akhirnya Midah masuk Kristen karena menemukan ajaran baru tentang ketuhanan. Pak Midah mendapatkan julukan kyai yang ditokohkan di kalangan pribumi," terangnya.
Selain Midah, terdapat juga Bumiputera lainnya yang kemudian menganut Kristen, yaitu Dasimah warga Kampung Wiyung.
Dasimah mengenal agama Kristen melalui kerabatnya bernama Kunthi, dan kemudian menerima sakramen pembatisan oleh Pendeta A. W. Meijer di Gereja Protestan Surabaya.
Setelah pembatisan, namanya berubah menjadi Dasimah Johanes dan ia pun mulai menyebarkan ajaran Kristen ke berbagai penjuru Surabaya.
Dasimah wafat dan dimakamkan di Wiyung pada tanggal 11 Desember 1931.
Para penganut Kristen bumiputera kemudian menggabungkan diri dan membentuk organisasi bernama Oost Javaansche Kerk atau pasamuan-pasamuan kristen ing tanah djawi wetan.
"Dua gereja kemudian didirikan sebagai bukti perkembangannya, yaitu di Karang Menjangan dan Wiyung," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa