Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kota Surabaya Pernah Jadi Pusat Penanggulangan Penyakit Kelamin di Asia Tenggara, Ini Bukti Sejarahnya

Nofilawati Anisa • Minggu, 14 Desember 2025 | 03:42 WIB
SEJARAH: Bekas Rumah Sakit (RS) Kelamin yang sempat bertransformasi menjadi Museum Kesehatan dan kini menjadi RS Kemenkes.
SEJARAH: Bekas Rumah Sakit (RS) Kelamin yang sempat bertransformasi menjadi Museum Kesehatan dan kini menjadi RS Kemenkes.

RADAR SURABAYA - Tak banyak yang tahu, Surabaya pernah memiliki rumah sakit kelamin terbesar pada masanya.

Rumah sakit yang berdiri di Jalan Indrapura itu kini sudah tidak lagi ada, namun jejak sejarahnya menyimpan kisah penting tentang wajah Surabaya sebagai kota perdagangan, pelabuhan, dan pusat pergerakan manusia.

Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, menceritakan bahwa sejak abad ke-19 hingga awal kemerdekaan, Surabaya merupakan kota yang penuh dinamika sosial.

Arus pekerja, pendatang, hingga para perantau membuat kompetisi hidup berlangsung keras.

Di tengah hiruk-pikuk itu, muncul pula aktivitas “gelap” seperti prostitusi yang menyebar di banyak sudut kota.

“Pekerjaan ini bisa dikatakan sebagai bisnis bagus, tapi bukan bisnis yang baik,” ujar pria yang akrab disapa Wawan itu.

Menurutnya, kawasan bantaran rel, pinggir sungai, hingga bekas pemakaman Tionghoa yang terbengkalai kerap menjadi lokasi praktik prostitusi kelas bawah.

Ledakan aktivitas seksual bebas itu memunculkan persoalan kesehatan besar, wabah penyakit kelamin dan penyakit kulit, seperti sifilis hingga gonore.

Untuk menanggulangi kondisi tersebut, pada 1951, pemerintah membangun Rumah Sakit Kelamin Surabaya.

Proyeknya memakan waktu tiga tahun hingga berdiri lengkap sebagai pusat penanganan penyakit kelamin paling modern di Indonesia saat itu.

“Pendirian rumah sakit ini tak lepas sebagai pembasmi penyakit kelamin yang saat itu banyak menjangkit Surabaya, bahkan wilayah lainnya. Penyakit kelamin ini bukan saja sebagai penyakit kronis tapi juga penyakit moral yang harus diberantas keberadaannya,” tutur Wawan.

Pada era Menteri Kesehatan dr. Sutopo di masa Presiden Soekarno, Surabaya bahkan ditunjuk menjadi pilot project nasional untuk fungsi preventif, penelitian, dan pendidikan terkait penyakit kelamin.

Upaya itu terbukti berhasil menekan laju penyebaran penyakit yang kala itu mengganas bak wabah.

Namun seiring keberhasilan penanggulangan dan menurunnya kasus, fungsi rumah sakit kelamin pun perlahan menyusut.

Fasilitas itu kemudian berubah menjadi rumah sakit umum sebelum akhirnya dibongkar dan dibangun ulang hingga kehilangan bentuk aslinya.

Wawan menyayangkan hilangnya bangunan bersejarah tersebut.

“Sayang rumah tua pasca Indonesia merdeka itu kini sudah tidak ada, padahal di sana banyak menyimpan sejarah panjang kesehatan Indonesia,” ujarnya.

Kini, kisah tentang rumah sakit kelamin di Indrapura tinggal tersimpan dalam ingatan kolektif Surabaya, sebagai penanda masa ketika kota pelabuhan ini berdiri di garis depan perang melawan penyakit kelamin yang pernah menjadi momok bagi masyarakat Indonesia.

Kini RS Kelamin itu bertransformasi menjadi RS Kemenkes, tapi sebelumnya adalah Museum Kesehatan. (dim)

Editor : Nofilawati Anisa
#Kota Perdagangan #rs kelamin #surabaya #Kota Pelabuhan #jalan indrapura #rs kemenkes #penyakit kelamin #museum kesehatan