RADAR SURABAYA - Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan, Surabaya merupakan salah satu bangunan yang merupakan saksi bisu sejarah perjuangan Arek-Arek Surabaya, dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Hotel Majapahit Surabaya pada era kolonial masih bernama Hotel Oranje.
Menurut pegiat sejarah kota Surabaya, Nur Setiawan, Hotel Oranje mulai beroperasi pada tahun 1911 yang diinisiasi oleh pengusaha berdarah Armenia bernama Lucas Martin Sarkies.
"Mereka mendirikan hotel mewah ini karena Surabaya merupakan kota perdagangan dan pelabuhan, dimana pada saat itu banyak orang-orang Eropa yang hadir ke sini entah untuk berbisnis maupun liburan," ujar Nur Setiawan.
Pria yang akrab disapa Wawan tersebut menambahkan, saat itu Hotel Oranje merupakan salah satu hotel yang berkelas.
"Bahkan di iklan-iklan tempo dulu menyertakan Hotel Oranje sebagai hotel yang berkelas dan layak menjadi jujugan, khususnya untuk orang-orang kulit putih," kisahnya.
Pada tanggal 19 September 1945 atau sebulan setelah Indonesia merdeka, terjadi insiden di hotel yang sempat berganti nama menjadi Hotel Yamato saat pendudukan Jepang di Tahun 1942-1945.
Dimana ada pengibaran bendera Belanda, di saat Indonesia sudah merdeka.
"Seorang Belanda bernama Ploegman mengibarkan bendera Belanda di puncak utara hotel. Pengibaran tersebut dianggap menghina kedaulatan Republik Indonesia yang baru merdeka sebulan sebelumnya," ujar Wawan.
Hal tersebut memicu pergerakan arek-arek Surabaya, untuk menurunkan bendera Belanda.
"Pada peristiwa tersebut, Mister Ploegman terbunuh, dan warna biru pada benders tersebut berhasil dirobek. Yang menyisakan warna merah dan putih," tambahnya.
Pada peristiwa perang 10 November, di depan hotel juga terjadi baku tembak antara pasukan sekutu dan pejuang Indonesia. Hingga banyak korban jiwa yang berjatuhan.
"Di dinding bawah sebelah selatan hotel juga diberi coretan berbahasa Inggris yang isinya adalah semangat perjuangan dan intimidasi terhadap tentara sekutu, bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka," jelas Wawan.
Saat ini Pemerintah Kota Surabaya menjadikan Hotel Majapahit sebagai bangunan cagar budaya, karena nilai sejarahnya serta arsitekturnya.
Dan masih menjadi favorit untuk didatangi, khususnya para ekspatriat. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa