RADAR SURABAYA - Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, mengungkapkan, jejak masyarakat Madura di Surabaya sudah tertanam sejak abad ke-17.
Tepatnya pada masa pemberontakan Raden Trunojoyo terhadap Mataram pada 1670-an.
Menurutnya, kisah sejarah Surabaya tidak bisa dilepaskan dari tokoh bangsawan Madura tersebut.
“Raden Trunojoyo melawan Mataram. Atas permintaan Mataram, VOC turun tangan dan mengirim armada besar yang dipimpin Laksamana Cornelis Speelman. Pada April 1677, armada itu berlayar ke Surabaya, tempat pangkalan Trunojoyo,” jelas Nanang, Senin (1/12).
Ia menjelaskan, berdasarkan peta Surabaya tahun 1677, pangkalan Trunojoyo berada di kawasan sekitar Kalimas, termasuk sisi barat yang berhadapan langsung dengan Ampel Denta.
Dalam sketsa peta tahun 1750, terlihat pula kampung Jawa dan permukiman bangsawan Sumenep (Madura), bersanding dengan kota Eropa bertembok Stad van Soerabaja.
Sebelumnya, pada tahun 1676, pasukan Makassar berjumlah sekitar 9.000 orang yang dipimpin Karaeng Galesong menyeberang dari Madura ke Surabaya untuk mendukung Trunojoyo.
Namun setelah perundingan antara VOC dan Trunojoyo gagal, pasukan Speelman menyerbu Surabaya dalam pertempuran sengit.
Trunojoyo mundur ke Kediri, sementara VOC melanjutkan operasi hingga merebut Madura dan menghancurkan kediamannya.
Sejak itu Surabaya berada di bawah kendali Mataram dan VOC. Hingga akhirnya pada November 1743, Mataram resmi menyerahkan wilayah Pantai Utara Jawa bagian Timur kepada VOC sebagai kompensasi bantuan.
“Sejak saat itu, Surabaya menjadi ibu kota kawasan Pantai Utara Jawa bagian Timur,” jelas Nanang.
Perkembangan Kota Surabaya pun makin pesat. Kota Eropa tumbuh kuat, namun perkampungan Jawa dan Madura tetap bertahan sebagai bagian penting identitas kota.
Kini jejak itu masih terasa di kawasan Kota Lama Surabaya, yang tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata edukatif. Salah satu unsur yang menonjol adalah kuliner.
“Jika ada pelaku kuliner dari Madura di kawasan Kota Lama, itu menjadi bagian dari edukasi sosial budaya. Warga Madura masih menghiasi kawasan yang dulu pernah menjadi tempat berdirinya pangkalan bangsawan Madura, Trunojoyo,” pungkasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa