RADAR SURABAYA - Surabaya pada masa lalu ternyata pernah berbentuk kota bertembok (walled town) pada era VOC.
Hal ini diungkapkan oleh pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono.
Ia menyebut, tembok pertahanan itu dibongkar pada masa Hindia Belanda untuk membuka akses perkembangan kota.
“Pembongkaran itu dilakukan di era Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, yang menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36. Ia memerintah antara tahun 1808–1811,” ujar Nanang, Senin (17/11).
Pada masa pemerintahan Daendels, Surabaya berkembang menjadi pangkalan kekuatan militer.
Sejumlah infrastruktur militer dibangun untuk memperkuat pertahanan.
Di utara kota bertembok, berdiri Artilery Constructie Winkel (ACW), pabrik persenjataan yang memproduksi meriam, serta penjara Kalisosok.
Sementara di barat, dibangun perumahan pejabat militer Belanda (KNIL), kantin militer, dan pabrik senjata yang kini menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Di selatan, berdiri barak militer yang sekarang menjadi Markas Polrestabes Surabaya, sedangkan di depannya terdapat bekas kantor militer yang kini beralih fungsi menjadi retoran makanan siap saji.
Nanang menjelaskan, pada masa itu sebagian serdadu KNIL berasal dari Jawa dan Ambon.
Mereka bermukim di sekitar kawasan infrastruktur militer, tepatnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Krembangan.
“Nama Krembangan sudah ada sejak masa kolonial. Kawasan ini bukan hanya meninggalkan jejak kemiliteran Belanda di Surabaya, tetapi juga menjadi tempat tinggal warga Surabaya keturunan Ambon yang dulunya merupakan bagian dari tentara KNIL,” jelasnya. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa