Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pertempuran 10 November 1945 Juga Berkobar di Kali Rungkut Surabaya

Suryanto • Selasa, 4 November 2025 | 17:28 WIB

 

ILUSTRASI: Pertempuran 10 November 1945 di sejumlah titik di Kota Surabaya menjadi sejarah dan selalu dikenang hingga sekarang.
ILUSTRASI: Pertempuran 10 November 1945 di sejumlah titik di Kota Surabaya menjadi sejarah dan selalu dikenang hingga sekarang.

RADAR SURABAYA - Warga Surabaya dibuat takjub oleh gelaran Surabaya Juang 2025 yang dihelat untuk memperingati Hari Pahlawan dan peristiwa 10 November 1945.

Tidak sekadar perayaan, kegiatan ini menjadi refleksi bagi warga Kota Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Namun, di balik sejarah besar pertempuran 10 November yang selama ini dikenal terjadi di pusat kota, ternyata gelora perjuangan juga berkobar di berbagai sudut Surabaya.

Termasuk di kawasan Rungkut, wilayah timur kota.

Menurut Nur Setiawan, pegiat sejarah Surabaya, pada akhir November 1945, pertempuran sengit juga terjadi di kawasan tersebut.

“Di Rungkut, para pejuang yang terdiri dari arek-arek kampung, laskar Hizbullah, hingga Tentara Keamanan Rakyat (TKR) membangun barikade dari tumpukan kayu, karung pasir, tong besi, dan benda-benda lain untuk menghambat laju tentara Inggris,” jelas pria yang akrab disapa Wawan tersebut.

Aksi ini dilakukan bukan hanya untuk menghalangi infanteri dan pasukan lapis baja Inggris, tetapi juga untuk memaksa mereka mundur ke pos semula.

Setelah laju pasukan musuh terhenti, para pejuang melakukan serangan balasan yang membuat infanteri Sekutu kocar-kacir.

Desingan peluru saling berbalas, granat meledak di berbagai titik, dan suasana mencekam menyelimuti kawasan sepanjang Kali Rungkut hingga Rungkut Menanggal.

Korban pun berjatuhan dari kedua belah pihak. Namun semangat para pejuang tak pernah surut demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dari ancaman penjajahan kembali.

Kisah heroik dari sudut kampung seperti Rungkut ini menjadi memori kolektif masyarakat Surabaya, terutama bagi generasi tua yang masih menyimpan ingatan perjuangan itu.

Sayangnya, kisah-kisah semacam ini perlahan terkikis oleh perkembangan zaman dan modernisasi.

Karena itu, menurut Wawan, pendidikan dan generasi muda perlu kembali membuka lembaran sejarah perjuangan, agar semangat patriotisme dan nasionalisme tetap menyala di hati warga Surabaya.

"Dari Surabaya, kisah perjuangan tak pernah padam, mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan tanpa batas," tutup Wawan. (sur/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#hari pahlawan #kemerdekaan #kali rungkut #rungkut menanggal #pertempuran #berkobar #10 November #Radar Surabaya #sekutu