RADAR SURABAYA - Sejarah perkembangan sepak bola di Surabaya tak lepas dari peran orang-orang Belanda.
Menurut Pegiat Sejarah Surabaya, Nur Setiawan, masuknya sepak bola ke Indonesia, khususnya Surabaya, terkait erat dengan perkembangan olahraga ini di kota-kota besar pada masa Hindia Belanda.
"Pada masa itu, sepak bola telah berkembang di kalangan penduduk Belanda dan Eropa lainnya, kemudian menyebar ke dalam berbagai perkumpulan," jelasnya.
Bukti sejarah menunjukkan, berdirinya bond (perkumpulan) sepak bola di Surabaya dimulai oleh pemuda Belanda bernama John Edgar pada tahun 1890-an.
Beberapa bond yang muncul antara lain Victoria (1895), Sparta (1896), SIOD (Scoren is Ons Doel), Rapiditas, ECA, THOR (Tot Heil Onzer Ribben), HBS (Houd Braef Stand), dan Exelcior.
Keberadaan bond-bond ini memicu tumbuhnya minat sepak bola di kalangan pribumi.
"Rangsangan dari bond yang didirikan orang Belanda ini membuat warga Bumiputera, Tionghoa, dan Arab di Surabaya mendirikan perkumpulan sepak bola mereka sendiri," jelasnya.
Bond atau klub sepak bola tempo dulu yang masih tersisa di Surabaya hingga kini ialah SIVB (Soerabajasche Indonesische voetbal bond).
Yang kemudian pada tahun 1943 berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja) dan diketuai oleh Dr. Soewandi.
Lalu pada tahun 1960 Persibaja berganti nama menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya) dan hingga kini tetap eksis di liga nasional Indonesia. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa